JIS Experience: Menikmati Sepak Bola dari Tribun Away Bersama Ribuan Bonek

Ada banyak cara menikmati pertandingan sepak bola. Bisa duduk nyaman di tribun VIP, menikmati fasilitas stadion, atau memilih bergabung bersama ribuan suporter yang bernyanyi, berteriak, dan melompat sepanjang pertandingan.

Saya sebenarnya mendapatkan tiket VVIP untuk menyaksikan pertandingan di Jakarta International Stadium (JIS), Kemayoran, Jakarta, dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 kala Persija menjamu Persebaya, Sabtu, 7 November 2026. Namun, saya justru tertarik mencoba pengalaman yang berbeda: masuk ke tribun away, tempat berkumpulnya para pendukung tim tamu.

Malam itu, tribun away dipenuhi lebih dari tiga ribu suporter Persebaya Surabaya. Bonek -sapaan khas pendukung Persebaya- datang dari berbagai penjuru, mulai dari Jawa Timur hingga kawan-kawan Bonek yang berdomisili di Jabodetabek.

“Yo ayo Persebaya [yo ayo Persebaya]
Kalahkan lawanmu [kalahkan lawanmu]
Kuatkan pertahanan [kuatkan pertahanan]
Tangguhlah menyerang [tangguhlah menyerang]

Bonek kan mendukungmu [Bonek kan mendukungmu]
Setia bersamamu [setia bersamamu]
Jadilah sang juara [jadilah sang juara]
Liga Indonesia [Liga Indonesia]

ole ole oleee hu… ole ole oleee hu.“

Warna hijau mendominasi pemandangan sudut stadion sisi barat daya tier dua dan tiga. Chants khas Bonek terdengar bersahutan. Ada semangat, pengharapan, kebersamaan, dan tentu saja kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar Persebaya.

“Kami selalu mengupayakan hadir jika Persebaya main di Jabodetabek. Meski hasilnya kadang tak sesuai harapan. Pengennya kan menang, karna hasil pertandingan tiap laga sangat mempengaruhi kadar semangat untuk besok kerja,” kata Ading Jhonatan, anggota Bonek Jabodetabek yang berjualan di kawasan pusat grosir Tanah Abang.

Menjemput Bonek dari Belanda

Salah satu cerita menarik dalam pengalaman JIS kali ini adalah pertemuan dengan Rick Braker, seorang Bonek asal Belanda.

Bayangkan, seseorang rela menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Eropa ke Indonesia demi satu hal: menyaksikan langsung pertandingan klub kesayangannya, Persebaya Surabaya.

Saya sengaja menjemput Rick untuk kemudian bersama-sama menuju stadion. Dari Pasar Baru dekat hotel tempatnya menginap, kami menyewa taksi online menuju JIS.

“Tentu jauh-jauh dari Belanda saya berharap tiga poin untuk Persebaya,” kata Rick yang sudah sekitar 10 kali menyaksikan langsung Persebaya di berbagai stadion di Indonesia. Ia berasal dari Nijverdal, kota dengan sekitar 25 ribu penduduk di provinsi Overijssel, Belanda bagian timur, dekat perbatasan dengan Jerman.

Sepak bola memang punya daya magis yang luar biasa. Jarak geografis, perbedaan negara, bahkan benua, seolah tidak berarti ketika seseorang sudah jatuh cinta kepada sebuah klub.

Rick mungkin tinggal jauh dari Surabaya, tetapi kecintaannya kepada Persebaya membuatnya tetap menjadi bagian dari keluarga besar Bonek.

Sepak bola memang tidak selalu soal sebelas pemain yang bertanding di lapangan. Ada cerita tentang loyalitas, persahabatan, perjalanan, dan identitas yang menyatukan banyak orang.

Tembok Tribun Away Penuh Stiker!

Ada lagi hal unik yang baru saya ketahui ketika masuk ke tribun away JIS.

Ternyata, bagian tembok di area tribun suporter tamu boleh ditempeli berbagai stiker dari kelompok suporter yang datang berkunjung.

Jadilah tembok itu semacam galeri kecil identitas suporter. Berbagai stiker ditempelkan sebagai penanda bahwa mereka pernah datang dan mendukung tim kesayangannya di stadion ini.

Tentu saja, stiker-stiker Bonek ikut menghiasi tembok tersebut. Bentuk dan desainnya lucu-lucu, penuh kreativitas, dan masing-masing punya karakter tersendiri.

Saya sempat memperhatikan satu per satu. Rasanya seperti melihat album perjalanan para suporter sepak bola yang meninggalkan jejak di sebuah stadion.

Stiker itu misalnya bertuliskan, ’Mending Gak Mangan Timbang Gak Mbonek’. Mending tidak makan daripada tidak mbonek.

‘Persebaya Bikin Sakit Kepala. Jika Sakit Berlanjut Hubungi Tavares’. Menyindir pelatih Persebaya asal Portugal yang tak kunjung memenuhi ekspektasi seperti saat membawa PSM juara Liga Super sekaligus membawanya sebagai ’Best Coach’ 2022-2023.

Ada juga stiker ’Astagfirullah 2027’, seperti menyindir tekad Presiden Persebaya Azrul Ananda yang mengawali musim dengan pernyataan ’Bismillah 2027’, agar Persebaya juara di saat hari jadinya ke-100.

Lucu juga cap-capan gaya dialog, “Kesibukannya sekarang kuliah apa kerja? Mbonek, kak!”

Hal sederhana, tetapi menarik. Sebuah bentuk ekspresi yang membuat pengalaman menonton di tribun away punya cerita tersendiri.

Kalah di Lapangan, Menang dalam Pengalaman

Sayangnya, malam itu Persebaya harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 0-1.

Gol penyerang ‘Macan Kemayoran’ asal Kroasia, Ivan Mamut di menit ke-89, akhirnya menjebol jala gawang Reza Arya Pratama yang sebenarnya sudah tampil sangat cemerlang sepenjang pertandingan.

Tentu saja, kekalahan bukan hasil yang diharapkan. Apalagi bagi ribuan Bonek yang sudah datang jauh-jauh untuk memberikan dukungan. Tetapi, begitulah sepak bola. Ada kemenangan, ada kekalahan, dan selalu ada cerita di balik setiap pertandingan.

Bagi saya, justru ada pengalaman yang jauh lebih berkesan malam itu.

Berada di tengah ribuan kawan satu kampung halaman, ikut nge-chant, menyanyikan lagu-lagu kebanggaan Persebaya, dan merasakan energi kolektif dari tribun away adalah pengalaman yang sulit digantikan.

Sesekali kita memang perlu keluar dari zona nyaman. Tiket VVIP boleh saja sudah di tangan, tetapi mencoba berdiri bersama ribuan suporter di tribun away ternyata memberikan sensasi yang berbeda.

Di sana, tidak ada sekat soal siapa yang punya tiket paling mahal atau siapa yang datang dari kota paling jauh. Semua melebur dalam satu identitas dan satu kecintaan.

Malam itu, Persebaya memang kalah 0-1. Tetapi saya pulang membawa pengalaman yang menyenangkan.

Karena pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang hasil akhir di papan skor. Sepak bola juga tentang persaudaraan, kebersamaan, dan gairah hidup yang kadang justru kita temukan ketika bernyanyi bersama orang-orang yang bahkan baru kita kenal.

JIS Experience. Sebuah pengalaman pertama yang layak dikenang!

Leave a Reply

Your email address will not be published.