Pupuk Palsu Rugikan Petani Rp 3,2 Triliun, Anggota DPD Yulianus Henock Desak Mentan dan Aparat Tegas!

Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Yulianus Henock geram atas merebaknya peredaran pupuk palsu yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini.

Menteri Pertanian menyebut, praktik ilegal yang dilakukan 23 perusahaan itu berpotensi merugikan petani hingga Rp 3,2 triliun.

”Sebagai anggota DPD yang membidangi urusan pertanian, saya menyesalkan praktik-praktik yang sangat merugikan petani seperti ini. Kami meminta agar Menteri Pertanian dan juga jajaran aparat penegak hukum tegas agar hal-hal seperti ini tak terulang terus,” kata Yulianus.

Senator asal Kalimantan Timur ini menegaskan, aparat harus tegas mem-black list semua pihak yang terlibat dalam produksi pupuk palsu, baik dari Kuasa Pengguna Anggaran Negara, dan lebih khusus pihak produsen pupuk palsu.

”Pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap produk-produk yang beredar untuk kepentingan masyarakat banyak seperti pupuk ini, baik buatan dalam negeri maupun produk impor,” seru Yulianus Henock yang juga menjabat Wakil Ketua I Badan Akuntabilitas Publik DPD RI ini.

Yulianus Henock juga menekankan agar produsen-produsen pupuk di bawah naungan BUMN dapat meningkatkan produksi pupuk nasional serta menjamin terpenuhinya kualitas pupuk yang baik, semua demi terpenuhinya kebutuhan swasembada pangan nasional.

”Kejadian merebaknya pupuk palsu ini sangat memprihatinkan. Bayangkan pupuk yang beredar itu kandungan NPK-nya hanya 0%, dari standar 15%, jelas tidak memenuhi standar kelayakan yang telah ditetapkan Kementan,” urainya.

Pupuk NPK mengandung tiga unsur hara makro, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Berdasarkan hasil uji coba sampel pupuk dari perusahaan-perusahaan yang dimaksud, diketahui kandungan NPK di dalamnya hanya berjumlah tidak sampai 1 persen dari yang ditentukan, yaitu 15 persen.

”Proses hukum sampai tuntas perusahaan-perusahaan nakal itu, dan selanjutnya masukkan daftar hitam sehingga tidak ada celah lagi untuk merugikan petani. Para petani kita merupakan pejuang ketahanan pangan yang sangat berjasa untuk menjaga stabilitas ekonomi negeri ini, jangan sampai mereka selalu menjadi korban permainan para penjahat untuk kepentingan pribadi,” pungkas Yulianus Henock.

Leave a Reply

Your email address will not be published.