Renungan ini mengajarkan bahwa memang semua orang berharap mujizat dari Tuhan, meski kadang tak ada respon dari doa kita yang sudah mencucurkan air mata.
Mujizat terjadi erat kaitannya dengan sikap hati kita saat menghampiri Tuhan.
Jabatan, uang, kekuasaan, dan harta akan ada batasnya. Pada suatu titik, manusia akan dihadapkan pada ketidakberdayaan.
Perwira ini bertindak atas dasar percaya yang didengarnya tentang Yesus. Kerendahan hati perwira itu menunjukkan pengakuan mendalam atas ketidaklayakannya.
Imannya percaya pada otoritas Yesus. ”Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan Yesus,” ungkapnya.
Ia percaya, otoritas Yesus tak dibatasi jarak, ritual, dan sentuhan tangan sendiri. Ia biasa memberi perintah, tapi ia tahu arti otoritas dan kuasa atas segala sesuatu, sehingga ia merasa tak layak.
Akhirnya, Yesus memuji iman sebesar yang dimiliki perwira ini. Iman yang lahir dari kasih dan berakar pada kerendahan hati.
Terima kasih, Pak Didik Rochadi atas hikmat Promisesnya awal pekan ini…

