Ibadah Penutupan Rakernas PNPS dan Paskah Bersama Senior GMKI 2026: Iri Hati Memadamkan Kasih

Rangkaian Rapat Kerja Nasional Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan Paskah Bersama Senior GMKI 2026 di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, ditutup dengan Ibadah Minggu yang dilayani Pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) sekaligus Sekretaris Jenderal PNPS GMKI, Jeirry Sumampow, 19 April 2026.

Mengangkat tema ’Iri Hati Memadamkan Kasih’, Pendeta Jeirry mengawali kotbah dengan refleksi filsuf asal Rusia, Leo Tolstoy.

”Leo hidup dalam kemewahan, kehormatan, dan pengakuan. Tetapi di balik semua itu, ia bergumul dengan satu kenyataan yang mengganggu: mengapa manusia tetap tidak bahagia, bahkan ketika ia memiliki banyak hal?” jelas Jeirry.

Dalam pengamatannya terhadap masyarakat, Leo menemukan sesuatu yang jujur sekaligus mengusik: manusia seringkali tidak hancur karena kesulitannya sendiri, tetapi karena melihat orang lain lebih berhasil.

”Kita (manusia) bisa bertahan dalam kekurangan, tetapi kita (manusia) sering terganggu ketika orang lain tampak memiliki lebih,” ungkapnya.

Di situlah iri hati lahir. Bukan semata karena kita tidak punya, tetapi karena kita merasa orang lain memiliki lebih dari kita. Dan dari situlah, tanpa disadari, kasih mulai terancam.

Pendeta Jeirry mendasari Firman Tuhan dari Kejadian 37, gambaran ketimpangan dalam relasi pada Keluarga Yakub. Dari kisah Yusuf di tengah saudara-saudaranya, Jeirry menekankan bahwa hidup manusia seringkali hancur karena melihat kelebihan dan keberhasilan orang lain. Perlakuan istimewa yang didapat Yusuf dari orangtuanya secara perlahan menumbuhkan perasaan iri hati dari saudara-saudara Yusuf.

”Kehancuran relasi tidak selalu dimulai dari tindakan besar seperti marah-marah, tetapi dari hilangnya kasih dalam hal-hal kecil. Misalnya sapaan biasa yang hilang, perhatian yang makin memudar, hati yang mulai menjauh, serta kehangatan yang makin hambar,” urainya.
Senior GMKI Cabang Jakarta ini menegaskan, iri hati tak hanya persoalan pribadi tapi punya dampak sosial, yakni merusak relasi serta menghancurkan kebersamaan kita.

Ia menekankan, iri hati tidak merusak kita dari luar, tapi dari dalam, perlahan-lahan tanpa kita sadari. Dan, saat kita menyadarinya secara langsung, kasih itu sudah melemah, makin lama makin memudar, bahkan sudah padam.

Pendeta Jeirry berpesan, jangan biarkan iri hati memadamkan kasih yang menyebar dalam diri kita. Jangan pelihara iri hati yang perlahan-lahan menjauhkan kita dari kasih dan sesama. Jangan memberi ruang bagi perasaan yang menggerogoti hati. Jangan memelihara hal-hal kecil yang perlahan menjauhkan kita dari kasih.

”Ketika kasih padam, yang hilang bukan hanya relasi, tapi makna hidup itu sendiri. Maka, dalam terang kebangkitan Kristus: Jagalah kasih itu. Peliharalah. Hidupkan,” ajaknya.

Karena pada akhirnya, Pendeta Jeirry melanjutkan, yang menentukan hidup kita bukan apa yang terjadi di luar kita, tetapi apa yang kita izinkan hidup di dalam kita.

”Selama kasih itu tetap menyala, iri hati tidak akan menang. Kristus telah bangkit, dan kebangkitan-Nya menyatakan dengan jelas: kasih tidak pernah kalah, dan, karena itu, tidak boleh kita biarkan padam,” pungkasnya.

Ketua Panitia Desye Syul Lumbaa Komaling mengapresiasi atas terlaksananya Rapat Kerja Nasional PNPS dan Paskah Senior GMKI.

“Waktu persiapan kami terbilang singkat, tapi kerja sama kompak tim panitia memungkinkan acara bisa terselenggara sukes. Terima kasih semua dukungan Ketum, Sekjen, serta seluruh tim panitia dan peserta dari berbagai penjuru Indonesia,” kata Senior GMKI Cabang Jakarta yang juga Wakil Bendahara I PNPS GMKI itu.

Pada penutupan acara, Ketua Umum PNPS GMKI William Sabandar berterima kasih atas kehadiran peserta Rakernas serta Paskah Senior.

”Banyak sekali yang berperan dalam kegiatan ini. Setelah ini, kita akan teruskan strategi penguatan cabang di PCPS seluruh Indonesia. Saat ini, dengan 26 cabang aktif saja, kita sudah bisa melalukan event seperti ini, bagaimana lagi bila lebih dari 100 cabang bisa aktif semua.” tantangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.