Promises Minggu I Mei: Iman yang Berani Bayar Harga

Dari Renungan Promises Pendeta Didik Rochadi pekan ini, kita belajar bagaimana Yusuf dari Arimatea  dan Nikodemus yang berani melaksanakan ujian iman sesungguhnya.

Seringkali menjadi pengikut Yesus terasa mudah saat aman dan nyaman. Ujian iman sesungguhnya terjadi saat berani mempetaruhkan jabatan, menghadapi risiko ditolak dan lain-lain.

Kedua tokoh di sini, Nikodemus dan Yusuf Arimatea, menunjukkan bahwa iman sejati adalah iman yang berani berkorban dan bayar harga. Mereka bukan orang sembarangan yang jadi pengikut Yesus secara sembunyi-sembunyi.

Transformasi karena kematian Yesus mengubah hidup kita menjadi manusia baru. Mereka berani menurunkan mayat Yesus, mempersembahkan rempah dan lahan untuk kubur Yesus.

Iman yang bertumbuh dewasa menuntut keluar dari zona nyaman dan menuntut pengakuan identitas meski ada risiko di sana.

Nikodemus memberikan guru dan Tuhannya yang mati sebagai kasih dan penghormatan bagi Yesus. Dengan mempersembahkan kuburnya, Yusuf Arimatea menggenapi Yesaya 53:9, kuburnya ditempatkan dalam tempat terhormat.

Iman harus keluar dari zona nyaman

Iman harus siap menghadapi risiko

Iman harus rela berkorban

Kembangkan iman lewat pembacaan Firman Tuhan lewat media apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.