Hotel yang nyaman, penuh ketenangan. Tapi, untuk masuk ke sana harus melalui lekak-lekuk gang dari jalan raya Legian ke arah Pantai Kuta.
Menginap lima hari empat malam di sini. Jalan ke Pantai Kuta hanya 10 menit, tak sampai sekilo. Melewati gang-gang penuh penjual pakaian, kafe untuk turis Australia dan sekitarnya, juga deretan penjaja spa dan tato.
Kalau sudah di dalam hotel, nyaman sih. Pilihan kulinernya? Oke banget. Restoran Djaman Doeloe Bali menawarkan menu lokal dalam suasana tepi kolam atau pinggir jalan, sementara Arterie lebih diarahkan untuk kebutuhan makanan ringan, kopi, pastry, dan makanan yang praktis dibawa. Ada pula Soirèe Rooftop Pool & Bar yang menawarkan menu Asia modern Tak salah, eks pemain Liverpool pun pernah menginap di sini.

Di depan hotel tertera tanda tangan Uskup Denpasar, Monsinyur Silvester Tung Kiem San, yang memimpin pemberkatan hotel pada 10 Juni 2015.
Dikelola oleh Marriott International, karakter Four Points cukup menarik karena memadukan hotel bisnis-modern dengan nuansa liburan Bali, dan lokasinya relatif strategis untuk wisatawan yang ingin menikmati kawasan Kuta tanpa harus tinggal tepat di tepi pantai.
Hotel berada di Jalan Benesari, Banjar Pengabetan, Kuta, di kawasan yang dikenal cukup hidup dengan restoran, toko, tempat hiburan, dan aktivitas wisata. Dari hotel, Pantai Kuta dan kawasan Beachwalk dapat dijangkau dengan berjalan kaki, meski pengalaman berjalan kaki tentu bergantung pada cuaca dan kondisi lalu lintas setempat. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjarak sekitar 5,7 km menurut informasi resmi hotel.







