Dari Kupang, Sebuah Doa: Uisneno Nokan Kit, Tuhan Memberkati Kita.

Di dekat Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, ada sebuah taman yang bukan sekadar mempercantik wajah kota. Sebuah monumen tentang kasih, perdamaian, persaudaraan, dan doa bagi siapa saja yang datang ke tanah Flobamora.

Setiap kota punya cara tersendiri untuk menyambut para tamunya. Ada yang menyambut dengan bangunan megah, patung pahlawan, atau tulisan besar yang menjadi penanda identitas kota.

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, salah satu sambutan yang menarik perhatian saya adalah sebuah taman bernama Taman Kasih.

Oktober 2026 lalu, ketika berkunjung ke Kupang, saya menyempatkan diri singgah dan berfoto di kawasan taman ini. Letaknya cukup strategis, di kawasan Penfui, tidak jauh dari Bandara El Tari. Taman ini berada di salah satu jalur penting yang menjadi pintu masuk dan keluar Kota Kupang.

Namun, ada sesuatu yang membuat saya tertarik lebih dari sekadar keindahan tamannya.

Di sana berdiri sebuah monumen berupa dua telapak tangan yang terbuka, seolah sedang melepaskan burung merpati putih ke angkasa.

Di bagian depannya terdapat tulisan dalam Bahasa Dawan, bahasa daerah Timor:

’Uisneno Nokan Kit’

Artinya: Tuhan Memberkati Kita.

Sebuah kalimat sederhana, tetapi mengandung doa dan harapan yang sangat mendalam.

Merpati, Simbol Kasih dan Perdamaian

Monumen utama Taman Kasih dikenal sebagai Tugu Merpati atau Patung Kasih.

Dua telapak tangan yang terbuka dan melepaskan merpati putih menjadi simbol yang mudah dimaknai. Merpati selama ini dikenal sebagai lambang perdamaian, ketulusan, dan harapan.

Tangan yang terbuka juga bisa dimaknai sebagai sikap menerima, memberi, dan berbagi kasih kepada sesama.

Simbol ini menyampaikan pesan yang indah: kasih tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Kasih harus dilepaskan, dibagikan, dan dirasakan oleh orang lain.

Ada pula enam patung manusia yang masing-masing melepaskan seekor burung merpati. Keenam figur ini menggambarkan enam kelompok suku besar di Nusa Tenggara Timur, yakni Sabu, Rote, Alor, Sumba, Flores, dan Timor.

Sebuah representasi keberagaman masyarakat NTT yang hidup dalam satu rumah besar.

Berbeda suku, bahasa, adat istiadat, dan latar belakang, tetapi tetap bisa berdiri bersama dalam semangat persaudaraan.

Uisneno Nokan Kit: Doa untuk Semua

Inilah bagian paling menarik dari Taman Kasih.

Tulisan ’Uisneno Nokan Kit’ dalam bahasa Dawan atau bahasa Timor memiliki arti ’Tuhan Memberkati Kita’.

Kalimat ini bukan hanya menjadi ornamen atau penghias monumen. Ia merupakan sebuah doa.

Kata ’kita’ di dalamnya terasa penting. Bukan hanya Tuhan memberkati saya, keluarga saya, atau kelompok saya, tetapi Tuhan memberkati kita semua.

Ada semangat kebersamaan dan keterbukaan di dalamnya.

Siapa pun yang datang ke Kupang, dari mana pun asalnya, apa pun latar belakang suku maupun agamanya, diharapkan mendapatkan berkat dan kebaikan.

Pesan ini terasa relevan bagi Kupang yang dikenal dengan julukan Kota Kasih.

Kasih menjadi nilai yang mengikat masyarakat di tengah keberagaman. Hidup berdampingan bukan berarti harus memiliki semua kesamaan. Justru di tengah perbedaan, manusia belajar saling menghormati dan mengasihi.

Kota yang baik bukan hanya kota dengan jalan raya yang mulus, gedung yang megah, atau taman yang indah. Kota yang baik juga adalah kota yang masyarakatnya mampu merawat persaudaraan.

Kupang memiliki identitas sebagai Kota Kasih. Bahkan, istilah KASIH juga dikenal sebagai akronim dari Karya, Aman, Sehat, Indah, dan Harmonis.

Sebuah identitas yang mengandung harapan agar kota ini terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Taman Kasih mengingatkan kita bahwa perdamaian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa dimulai dari tangan yang terbuka, hati yang mau menerima, dan kesediaan untuk menghormati orang lain.

Oktober lalu, saya berfoto di depan monumen ini. Sebuah foto perjalanan yang ternyata menyimpan pesan lebih dalam daripada sekadar kenangan pernah singgah di Kupang.

Dua tangan yang melepaskan merpati itu seolah mengingatkan kita: kasih harus dibagikan, perdamaian harus dirawat, dan keberagaman harus dijaga.

Uisneno Nokan Kit. Tuhan memberkati kita semua.

Salam dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.