Masih adakah harapan bagimu? Hal itu dirasakan Daud saat menghadapi kudeta Absalom, anaknya sendiri.
Promises Pendeta Didik Rochadi berbagi inspirasi dari Firman Tuhan, melalui Mazmur 3.
Kejujuran di hadapan Tuhan saat masalah terlihat.
Ia tak pura-pura kuat saat mengatakan betapa banyak lawannya.
Mungkin suara senada menghempaskan kita menjadi seolah tak berdaya. Seolah tak ada lagi yang bisa diharapkan.
Daud mengajarkan untuk membawa keluhan kepada Tuhan dan mempercayakan persoalan kepad Tuhan yang sanggup menolong.
Pengakuan akan Tuhan, lebih besar daripada masalah. Daud mengalihkan pandangan, dari besarnya masalah pada besarnya Tuhan.
Tuhan angkat kepalanya tegak, dengan martabat sebagai anak-anakNya.
Musuh-musuh Daud belum dikalahkan, tapi Tuhan memberi damai baginya terlebih dahulu.
Ayat sembilan, Daud tiba pada kesimpulan imannya: Dari Tuhan datang pertolongan.
Ia tetap memberkati rakyat yang telah mengkhianatinya. Iniah hati yang telah Tuhan pulihkan kembali.
Selengkapnya di

