Speechless, sedih. Begitulah saat mencerna berita meninggalnya Tiara Debora Simanjorang, bayi empat bulan putera pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi yang menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mitra Keluarga Kalideres.
Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi
Sudah hampir sepekan berlalu, tapi video viral terkait perhatian Ibu Negara Iriana Jokowi kepada Presiden Joko Widodo masih terus jadi pembicaraan. CNN Indonesia TV bahkan membuat paket berita humanis berjudul ‘Kode Cinta Ibu Negara’. Sementara Detikcom membuat video singkat ‘Detik Flash’ terkait berantakannya rambut presiden ketujuh ini.
Continue reading “Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi”
Papua Adalah Kita. Itu Sudah!
“Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan
Hitam kulit keriting rambut, kami Papua
Hitam putih keriting lurus, kami Papua
Biar nanti langit terbelah aku Papua…”
Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan
Sejak Busway Transjakarta kali pertama dioperasikan Gubernur DKI Sutiyoso pada 15 Januari 2004, sudah tergambarkan akan adanya Koridor XIII yang melayani rute Blok M hingga Ciledug.
Namun, koridor itu sulit sekali diwujudkan. Gubernur berikutnya, Fauzi Bowo, beralasan –dengan tingkat traffic amat tinggi dan sempitnya ruas jalan – koridor itu tak mungkin hadir tanpa membangun jalan layang. Membangun jalan layang menimbulkan resiko baru: macet besar dan dipisuh-pisuhin warga.
Tesla, Generasi Millenial, dan Rebut Momen Ospek!
Saya catat, sedikitnya lima kali Presiden Jokowi berbicara tentang kemajuan teknologi dunia dibandingkan dengan hiruk-pikuk politik dalam negeri yang seolah seperti olahraga jalan di tempat atau lari-lari di treadmill. Capek tapi sesungguhnya tidak ke mana-mana.
Continue reading “Tesla, Generasi Millenial, dan Rebut Momen Ospek!”
Teman Sore RPK FM: Kendalikan Gawai Kita
Perjuangan Korban PHK Koran Sindo
Ada ungkapan, ‘kehilangan pekerjaan ibarat kehilangan separuh nyawa’. Jadi, mau dapat pesangon 9, 10, atau 18 kali gaji pun, tetap aja namanya kehilangan separuh nyawa itu membuat limbung. Naik kereta api, kawan-kawan pekerja MNC Koran Sindo ini datang dari Surabaya, Jabar -juga Palembang- dan daerah-daerah lain dengan biaya sendiri.
