Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Istana, Taman, dan Rumah Lahir Bung Hatta: Sosok Pemimpin nan Sederhana

Ada yang kurang kalau ke Bukittinggi kalau belum singgah ke Museum Kelahiran Bung Hatta. Dwitunggal Proklamator sahabat karib Bung Karno.

Rumah Kelahiran Bung Hatta menjadi tempatnya menghabiskan masa kecil sampai berusia 11 tahun. Dari ELS di Bukittinggi. Bung Hatta melanjutkan pendidikan menengah di MULO kota Padang, lalu melanjutkan pendidikannya ke Prins Hendrik School (PHS) di Batavia, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta.

Continue reading “Istana, Taman, dan Rumah Lahir Bung Hatta: Sosok Pemimpin nan Sederhana”

Jelang Seabad Jam Gadang

Lima kali ke Padang, belum pernah ke Bukittinggi. Kali ini, misi ini tertuntaskan.

Perjalanan memakan waktu lebih dari tiga jam. Nyaris lima jam bahkan.

”Kita harus berangkat pagi, Mas Jojo, ada portal buka tutup di kawasan Tanah Datar sebagai imbas kerusakan jalan dampak bencana banjir bandang akhir tahun lalu,” kata Jovan Primayando, yang mendampingi perjalanan dari Santika Padang ke Bukittinggi.

Continue reading “Jelang Seabad Jam Gadang”

Di Batu Malin Kundang: Hormatilah Ayahmu dan Ibumu

Di salah satu sudut Pantai Air Manis, lima kilometer dari Kota Padang, terdapatlah batu yang bentuknya menyerupai tubuh manusia seperti sedang bersujud. Oleh masyarakat setempat, spot ini disebut Batu Malin Kundang.

Konon, hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah dan anak laki-lakinya yaitu Malin Kundang. Keduanya hidup di desa Pantai Air Manis yang terletak di Padang, Sumatera Barat.

Continue reading “Di Batu Malin Kundang: Hormatilah Ayahmu dan Ibumu”

Bendebesah, Akhirnya…

Terbangun subuh di Aston Jember. Segera tersadar, dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, ada satu belum pernah terinjak. Bondowoso. Jaraknya hanya 35 km atau tak sampai sejam perjalanan dari Jember.

Sebuah pesanan taksi online berbalas positif. Oke gas. Daihatsu Sigra warna merah melaju ke arah utara kota, melawati kawasan Arjasa dan Kalisat Jember bertemu Pasar Maesan di batas Bondowoso, menyaksikan aroma ayem kabupaten penghasil kopi berpenduduk 775 ribu jiwa bersuhu 26 derajat Celcius di pagi hari.

Continue reading “Bendebesah, Akhirnya…”