Disrupsi yang makin sering terjadi, baik karena ekonomi, politik, teknologi, maupun kesehatan akibat pandemi mengubah banyak hal. Di Singapura, tren umur perusahaan semakin pendek, dari semula 40 tahun jadi 10 tahun. Warganya berganti pekerjaan rata-rata tiap lima tahun. Sementara, dunia kerja Indonesia dihadapkan pada ketimpangan antara output dunia pendidikan dengan permintaan dunia industri.
Continue reading “Gandeng UMY dan UII, Program Kartu Prakerja Menambah Kerja Sama Perguruan Tinggi Sebagai Tim Ahli Asesmen Pelatihan”Pantun Citilink
Ini yang membedakan maskapai Citilink dengan pemain industri penerbangan lainnya.
Saya ingat di pertengahan 2001, sebagai kru Radio Salvatore Surabaya, kami kedatangan tamu. Ada talk show berbayar dari maskapai baru. BUMN. Disebut sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia. Sebagai seorang berusia hampir 24 tahun yang sampai saat itu belum pernah terbang, saya memperhatikan dengan seksama perbincangan dari balik kaca studio.
Continue reading “Pantun Citilink”Vaksin Booster Kedua
Perang kembali terjadi di tubuh saya. Pergolakan hebat berlangsung ketika pasukan perang booster Pfizer siang ini disuntikkan ke lengan kiri.
Continue reading “Vaksin Booster Kedua”Pertaruhan Empat Sekawan
Mereka empat sekawan. Empat sedarah, tepatnya. Film enam tahun lalu, juga telat nonton. Tapi, ada versi barunya juga di layanan Vidio.
Saya suka Adipati Dolken. Mengamatinya terutama sejak web series ‘Viu’ berjudul ‘The Publicist’. Menceritakan tentang bagaimana kerja di balik layar seorang praktisi public relations. Terutama juga karena partner mainnya si cantik Prisia Nasution. Oh ya, sebelumnya, pria bernama asli Adipati Koesmadji ini main jadi Keenan di dua sekuel ‘Perahu Kertas’. Juga peran kunci di Possesif. Film keren yang kontroversi karena ditolak di beberapa tempat.
Continue reading “Pertaruhan Empat Sekawan”Kopi Papua Sejahtera
Indonesia, negeri dengan beragam pesona Kopi.
Saya harus jujur, saya bukan penggila kopi. Saya tak bisa meroasting kopi. Meski di pantry kantor ada alat itu. Saya juga tak bisa membedakan mana Kopi Papua, Kopi Aceh, Kopi Pontianak, Kopi Belitong, dan lain-lain. Seorang kawan baik menyebut, saya ini “pengabdi sachetan”. Plesetan dari filmnya Joko Anwar yang kondang itu.
Continue reading “Kopi Papua Sejahtera”Jurnalisme di luar Algoritma
Buku ini mengajar bagaimana menulis secara deskriptif. Meski mungkin tak ada bolpoin, alat perekam, atau hape dengan perekam suara dan video.
Akhir Desember 2022, saat Jakarta diramal mengalami badai besar, mendadak saya dapat undangan peluncuran buku ini. Saya memutuskan hadir. Rute MRT, lanjut ojek motor dan menerabas hujan lebat. Meski tak sengeri prediksi BMKG dan BRIN itu.
Continue reading “Jurnalisme di luar Algoritma”Diskon Holland
Masyarakat kita mudah tergoda begitu ada potongan harga. Bukan kebutuhan yang harus dibeli mendadak jadi prioritas begitu harganya dipangkas.
Pagi hari lewat Ciledug, usai mengantar Kira ada kegiatan Palang Merah di sekolah, saya terhenyak. Kok sepagi itu, jam tujuh, dalam suasana rinai gerimis, antrean orang begitu panjang ya… Mayoritas emak-emak. Motor saya putar balik, kembali ke titik itu. Saya keluarkan iphone 7 untuk memotret. Dan bertanya ada apa gerangan?
Continue reading “Diskon Holland”Artifical Inteligen adalah Keniscayaan
Dulu Veronika. Lalu Deasy. Entar entah siapa lagi.
Di perjalanan MRT Jakarta sore itu, mata saya tertuju pada pariwara iklan Astra Daihatsu. Mereka mempromosikan Chatbot bernama Daisy. Seperti namanya, digambarkan sebagai seorang perempuan. Padahal, ‘makhluk’ itu adalah robot.
Continue reading “Artifical Inteligen adalah Keniscayaan”Kebayoran Skywalk
Satu lagi ikon baru Jakarta penghubung antarmoda transportasi massal. Tapi, ngeri juga berjalan di atasnya.
Jembatan Kebayoran, atau Kebayoran Skywalk sudah beroperasi. Meski belum sepenuhnya. Meski masih tertunda peresmiannya. Skywalk ini menghubungkan Stasiun Kebayoran dengan Halte TransJakarta Velbak. Juga dengan sisi Halte TransJakarta Kebayoran sebenarnya, cuma yang itu belum difungsikan.
Continue reading “Kebayoran Skywalk”Program Kartu Prakerja Dorong Peningkatan Kualitas Angkatan Kerja
Memasuki tahun 2023, Program Kartu Prakerja menjalankan ‘Skema Normal’, artinya program ini tak lagi bersifat semi-bansos seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya sekak 2020 hingga 2022. Pada tahun ini, Program Kartu Prakerja fokus sebagai beasiswa pelatihan untuk pengembangan keterampilan angkatan kerja. Beasiswa pelatihan dinaikkan, sementara insentif diturunkan. Secara total, jumlah nilai manfaat yang diterima peserta lebih tinggi dari sebelumnya, yakni dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 4,2 juta.
Continue reading “Program Kartu Prakerja Dorong Peningkatan Kualitas Angkatan Kerja”