Kayaknya baru kemarin lahir. Sekarang Einzel sudah lulus SD.
Menapak jenjang baru di high school.
Teruslah berkembang dalam Tuhan, my son.
Continue reading “Happy Graduation, Son!”

"the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya.."
Kayaknya baru kemarin lahir. Sekarang Einzel sudah lulus SD.
Menapak jenjang baru di high school.
Teruslah berkembang dalam Tuhan, my son.
Continue reading “Happy Graduation, Son!”
Setelah tujuh bulan melewati masa kampanye, Jokowi kembali membagikan sepeda gratis pada masyarakat. Momen ‘Sepeda Jokowi Is Back’ ini berlangsung di acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Kabupaten Bangli pada 14 Juni 2019.
“Sekarang, habis pemilu, boleh memberi sepeda lagi. Dulu, tujuh bulan selama kampanye tidak boleh,” kata Jokowi di depan warga Bali sembari menekankan bahwa masa ‘pause’ berbagi sepeda karena mengikut peraturan dari Bawaslu. Continue reading “Sepeda Jokowi Is Back!”
Halal bihalal artinya bermaaf-maafan, saling memberi maaf dan ampunan pasca sebulan berpuasa dan Idul Fitri. Tapi, beda bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Saat memberi arahan kepada pejabat eselon 2 dan eselon 3 di Kementerian Keuangan, Sri Mulyani tegas terhadap bawahannya yang ikut menyuarakan kebencian. Continue reading “Sri Mulyani: Tak Ada Maaf untuk ASN Anti Toleransi”
Jokowi adalah seorang family man. Benar, ia presiden pekerja keras. Dalam empat kali weekend dalam sebulan, paling Jokowi hanya mengambil satu weekend untuk beristirahat. Akhir pekan lain dipakainya untuk bekerja: meresmikan proyek, mengecek program pembangunan, membuka acara ataupun berbagai agenda lain di daerah.
Tap, Jokowi tetaplah seorang manusia. Seorang kepala keluarga. Ayah dari tiga anak dan kakek dari dua cucu. Lihatlah, bagaimana gembiranya Jokowi saat memiliki waktu luang bersama cucu-cucunya. Continue reading “Family Man Jokowi: Bersama Jan Ethes di Bali”
Jalan Tol Trans Jawa terbukti nyata membantu para pemudik menempuh perjalanan dari Ibu Kota menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Jarak tempuh dari Jakarta ke Surabaya yang biasanya dicapai dalam 20 jam bisa diringkas jadi separuhnya. Begitu pula untuk tujuan yang lebih pendek, misalnya ke Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Solo dan Klaten. Semua tujuan itu terhubung dengan pintu keluar tol terdekat di dekat destinasi mudik masing-masing.
Tapi, tak sedikit dari para pemudik masih menyimpan rasa kecewa. Pasalnya, ada ribuan pemudik tujuan utamanya mengarah ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Sayangnya, jalan tolnya hanya sampai Jawa Tengah. Gerbang tol terdekat dari Yogya ada di Boyolali, Colomadu, ataupun Kartasura, untuk menuju ke arah ‘Kota Gudeg’ dari Klaten, Prambanan masuk ke Yogyakarta. Bisa juga pemudik keluar di Tol Bawen, Semarang, untuk menuju ke arah Magelang, masuk Yogya dari sisi utara.
Continue reading “Terobosan Komunikasi Jokowi – Sultan Segera Wujudkan Jalan Tol Hingga Yogya”
Jogjakarta masih indah. Itu setidaknya jika kita mau menempuh perjalanan barang sejam ke timur, menuju kawasan hutan pinus di Dlingo, Mangunan, Imogiri, Kabupaten Bantul, melewati komplek makam raja-raja di Imogiri.
Di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut ini, Anda bisa bebas mengarahkan pandangan bebas ke bawah. Tak salah, kawasan ini disebut sebagai lokasi ‘Negeri di atas Awannya’ Yogyakarta, tak kalah dengan karakteristik unggulan wisata khas serupa di Toraja maupun Wonosobo. Continue reading “Masih Ada Mangunan Menyelamatkan Jogja”
Pakar perpajakan Yustinus Prastowo takjub bukan kepalang. Direktur eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu mencuit di akun twitternya @prastow sebagai tanda tak percaya atas lancarnya perjalanan mudik ke ibukota Jawa Tengah pada 3 Juni lalu.
“Pak @jokowi, bagaimana ini? Saya mudik Cibubur-Semarang 6 jam, sudah termasuk dua kali istirahat di rest area. Apa nggak bisa lebih lambat gitu Pak?” kata pria yang awalnya bercita-cita jadi wartawan tapi kemudian terdampar belasan tahun sebagai pegawai Ditjen Pajak itu.
Continue reading “Trending Topik Pembicaraan Lebaran Alami Perubahan”
Jogja menawarkan berbagai pesona. Dari pantai hingga gunung. Dari hutan sampai mal. Demikian pula pilihan kuliner. Ada pilihan paling tradisional sampai paling modern.
Dan, kadang, pilihan istimewa itu tak jauh dari rumah.
Kami mencecap hidangan di sebuah rumah makan yang relatif baru berdiri: Dapur Bupati.
“Pulang ke kotamu,
Ada setangkup haruku dalam rindu…”
(Yogyakarta, KLa Project, 1990)
Jawa Tengah adalah asal, kelahiran, dan tempat Jokowi dibesarkan, tepatnya Solo Raya: Kota Surakarta, Boyolali, dan Sukoharjo. Karena itu, usai Salat Id dan menggelar open house di Istana Negara Jakarta, Jokowi bergegas terbang ke Solo, sungkem dengan ibunda serta bersilaturahmi dengan masyarakat kota yang menjadi kampung halamannya.
Tapi, jangan lupa juga, di Jawa ada ‘kerajaan’ lain selain Solo. Yogyakarta masih memiliki keraton Yogyakarta, dipimpin Sri Sultan Hamengkubowo X serta Puro Paku Alaman, tempat tinggal Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X. Sultan Paku Alam sekaligus menjadi duet Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Continue reading “Selain Jawa Tengah, Jokowi Lebaran di Pusat Kerajaan Jawa”
Dua tahun berselang, Jokowi tak menggelar open house di Istana Negara, sebagai ‘rumah rakyat’ yang ada di ibu kota.
16 Juli 2015, Jokowi berkeliling ke beberapa kabupaten di Aceh berlanjut dengan Takblik Akbar di malam takbiran serta mengikuti shalat Id di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Ada alasan tersendiri mengapa Idul Fitri pertamanya sebagai presiden dirayakan di ‘Serambi Mekah’, jauh dari Jakarta.
“Supaya semuanya kita ini merasa Indonesia dan Jokowi itu presidennya Indonesia bukan hanya milik Jakarta saja,” kata Jokowi Continue reading “Silaturahmi Jokowi, Datangi Rakyat dari Aceh sampai Monas”