Dari Titik Terluar Merangkai Keberagaman

Salam pagi dari Provinsi ‘Nyiur Melambai’…

Sepagi ini, Selasa, 26 September 2017 pukul 6 Waktu Indoesia Tengah saya sudah berada di Bandara Sam Ratulangi, Manado. “Torang Samua Ciptaan Tuhan, We are All Created by God.” Begitu sapaan menyapa di bandara ibukota Sulawesi Utara ini.

Berangkat dari Jakarta tengah malam, kami bersiap memulai rangkaian Kirab Pemuda 2017 yang akan dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pagi ini dari Miangas, pulau terluar di ujung utara Indonesia.

Ada 72 orang peserta Kirab Pemuda 2017 dikukuhkan Menpora Imam Nahrawi di Wisma Teater Kemenpora, Senin, 25 September siang. Mereka merupalan pemuda terbaik yang lolos dalam seleksi Kemenpora yang nantinya akan merangkai perbedaan dan merangkai keanekaragaman dari Sabang sampai Marauke dan dari Miangas sampai Rote. Masing-masing dua orang dari setiap provinsi dan empat orang lagi wakil organisasi kepemudaan.

Bukan tanpa maksud Menteri Pemuda Imam Nahrawi bertekad menghidupkan Kirab Indonesia era Mbak Tutut yang kondang pada 1990-an. Tentu dengan konsep, format, dan visi berbeda.

Dalam arahannya saat Pengukuhan Peserta Inti Kirab Pemuda 2017 Menpora menegaskan tujuan Kirab Pemuda 2017 untuk merangkai perbedaan Indonesia. “Bagaimanapun, kita semua sebagai bangsa besar dan bangsa yang optimistis bagi masa depan bangsanya untuk menjadi rujukan dunia. Tugas sebagai peserta Kirab Pemuda tidak mudah, karena di sana kalian akan bertemu dengan berbagai macam agama, suku, adat istiadat dan sebagainya,” tegas Menpora.

Menpora menggarisbawahi, tagline #BeraniBersatu, bukan semata-mata slogan di forum ini tapi slogan yang harus kita kobarkan di negeri ini. “Kalau kita mengaku sebagai pemuda Indonesia berarti kita berani bersatu untuk Indonesia,” ungkapnya.

Secara khusus, kepada peserta kirab, Menpora meminta untuk mempublikasikan kegiatan ini melalui medsos. “Informasikan ke seluruh teman-teman kalian yang ada di masing-masing provinsi tentang pentingnya acara ini. Pengalaman menarik di manapun dan pemandangan wisata yang bagus dipublikasikan melalui medsos, agar semua pemuda Indonesia bisa memahami sekaligus terlibat pada kegaitan yang bagus ini. Mulai saat ini kalian harus punya tagar (#) sendiri, #Berani Bersatu, sebagai rujukan anak muda Indonesia,” ajak Menpora.

Ke-72 Peserta Inti Kirab Pemuda 2017 telah melalui perjalan panjang sleksi perekrutan yang dimulai dengan usulan 2-3 pasang pemuda yang mendapat rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga masing-masing provinsi, yang kemudian melalui seleksi, baik melalui seleksi dokumen administrasi dan wawancara untuk kemudian ditetapkan sebagai Peserta Inti Kirab Pemuda 20.

Mereka yang terpilih kemudian dipanggil ke Jakarta untuk melaksanakan pembekalan selama tiga hari di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi DKI. Pembekalan ini bertujuan untuk mempersatukan dan memperbulat tekad dan komitmen seluruh peserta untuk melaksanakan materi seperti Kirab Pemuda 2017.

Rute perjalanan Kirab ini terbagi atas dua zona yang pertama dimulai dari Zona Miangas bergerak menuju Sabang hingga ke Blitar dan Zona Kedua yang dimulai dari Kota Rote Ndao di NTT bergerak menuju Merauke dan berakhir di Blitar, awal Desember nanti. Blitar akan menjadi titik akhir dari pelaksanaan kegiatan Kirab Pemuda 2017.

Salam hangat dari Manado, kami akan menyeberang ke Miangas, pulau paling ujung utara Indonesia di Kabupaten Kepulauan Talaud yang lebih dekat ke Filipina itu.

Sebagaimana ditayangkan di http://tz.ucweb.com/9_2u7nm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *