Mari Meraih dan Mempertahankan Kepemimpinan Tanpa Memecah

Berita Kompas, Sabtu, 21 Oktober 2017 cukup menohok. Berjudul ‘Bush dan Obama Buka Suara’, kedua mantan presiden Amerika Serikat beda partai itu hampir bersamaan melancarkan kritik kepada situasi politik AS saat ini.

Menyitir beberapa kantor berita asing, Kompas menulis, Bush (Presiden AS 2001-2009) dan Obama (2009-2017) menggarisbawahi tentang bahaya politik memecah belah dan Bush mencela kebiasaan ‘memperolok dan berburuk sangka’. Ini bukan hal yang biasa, karena mantan presiden AS yang sudah menyelesaikan tugasnya umumnya menarik diri dan tidak memberikan pernyataan berbau politik.

Namun, mereka tampaknya sudah begitu gerah. Di depan massa di New Jersey dan Virginia, Obama berucap, “Kalau Anda menang kampanye dengan memecah belah rakyat, Anda tidak bisa memperbaiki mereka. Anda nantinya tak bisa mempersatukan.” Bahkan, Presiden ke-44 AS itu menyatakan bahwa apa yang terjadi saat ini, tanpa menyebut nama Donald Trump, bak kembali seperti politik lama yang banyak dilihat di abad-abad sebelumnya.

Sementara itu, George Walker Bush mengecam cara ‘memperolok dan berprasangka’ dalam mempertahankan kebijakan imigrasi dan perdagangan. Bush mengingatkan, cara itu memberi jalan bagi kekejaman dan kefanatikan.

Menjadi pemimpin harus bijak. Jangan berbicara yang menimbulkan perselisihan atau memecah rakyatnya. Kalaupun itu terjadi, ia tak bisa kemudian ia berkelit hal ini sebagai ketidaksengajaan. Pidato harus dirancang dengan baik dan dibaca berulang-ulang, serta harus dipikirkan bagaimana dampaknya.

Setiap gestur, celetukan, atau bahkan kebijakan harus dikaji matang-matang apakah akan mempersatukan atau justru membelah para warga kebanyakan.

Merebut kekuasaan, menjalankan, dan mempertahankannya, memang tidak sepatutnya dilakukan dengan memecah belah…

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/10_2iKWh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *