Tour de Jokowi, Dua Minggu Tanpa Lelah

Mari kita cek perjalanan Presiden Jokowi sepekan ini. Dan bayangkanlah kalau Anda jadi beliau, pada seminggu terakhir ini. Saya merangkumnya dengan bantuan aplikasi pengukur jarak antar kota di internet. Untuk jarak yang masih di dalam Jabodetabek, tak saya ukur. Masih terhitung dekat-dekatlah antara Jakarta, Bekasi, dan Bogor.

Kita mulai pada Rabu, 1 November 2017: Presiden Jokowi membagikan Surat

Keputusan Pemanfaatan Hutan di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Presiden Jokowi tampil ‘macho’ dengan menggunakan sepeda motor trail untuk menyapa masyarakat di tepi tambak udang dan lahan hutan mangrove. Selain acara utama, di sini, Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan mengenai kenaikan peringkat Indonesia dalam hal kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) yang sukses melonjak ke posisi 72 di tahun 2017, dari sebelumnya ranking ke-120, 106, dan 91.

Di Muara Gembong, Presiden Jokowi juga menegaskan tidak pernah mengeluarkan izin reklamasi, baik selama menjabat sebagai Presiden maupun sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Malam harinya, Presiden Jokowi terbang ke Surabaya, untuk Kamis, 2 November 2017 lanjut ke Probolinggo, menghadiri acara bertagar serupa: #Perhutanan Sosial. Di desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Presiden Joko Widodo menyerahkan surat keputusan yang menegaskan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial serta Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan kepada masyarakat penerima di Jawa Timur.

Selain acara utama, Presiden mengeluarkan pernyataan bahwa pengoperasian pembayaran tarif tol dengan menggunakan kartu e-toll (nontunai) merupakan salah satu instrumen bagi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan tol.

Dari Bekasi menuju Probolinggo, kira-kira menempuh 709 kilometer. Pulang pergi ya 1.418 kilometer.

Jum’at pagi, 3 November 2017, Presiden sudah di ruas antara Jakarta Timur-Kota Bekasi, meresmikan pengoperasian jalan tol Becakayu yang menghubungkan Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu.

Meresmikan proyek yang mangkrak 22 tahun ini, Presiden Jokowi ‘show of force’ menggunakan mobil off road ‘Land Rover Defender’. Kendaraan ini diketahui milik seorang anggota komunitas Land Rover Club Indonesia. Jip ini sebenarnya sudah tidak bisa digunakan, sampai akhirnya diperbaiki oleh pihak Istana. “Waktu ketemu enggak bisa jalan ini,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, sebagaimana dikutip Kompas.com

Selain acara utama di Becakayu, Presiden Jokowi memberi statement akan kembali memanggil Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengetahui perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Agenda lain hari itu di Istana Kepresidenan Jakarta: Presiden Jokowi menerima Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan memimpin Rapat Terbatas Kabinet Kerja mengenai optimalisasi dana desa.

Masih ber-‘dresscode’ kemeja putih, esok paginya, sang presiden ketujuh sudah berada di kampung halamannya. Di hari libur menurut kalender kerja aparat pemerintahan, Sabtu, 4 November 2017, Presiden Jokowi menyerahkan SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHS) serta SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) 1.890 hektar lahan kepada 1.685 Kepala Keluarga. Acara berlangsung di Lapangan Kantor Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Dari Jakarta menuju Boyolali, kira-kira menempuh 445 kilometer.

Setelah hari Minggu beristirahat di kediaman pribadi di Surakarta sembari mengontrol persiapan pernikahan puteri terkasih, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, hari Senin, 6 November, Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan kawasan perhutanan sosial di Desa Dungus, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Kawasan ini jadi titik terakhir dari putaran pertama peninjauan perhutanan sosial yang dilakukan Presiden.

Dari Boyolali menuju Madiun, kira-kira menempuh 60 kilometer. Pulang pergi ya 120 kilometer.

Setelah ritual adat dan menjelang midodareni kedua mempelai, pada Selasa siang, 7 November 2017, Presiden beranjak ke Sragen melalui perjalanan darat dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Stadion Taruna, Kabupaten Sragen.

Dari Surakarta menuju Sragen, kira-kira menempuh 17 kilometer. Pulang pergi ya 34 kilometer.

Rabu, 8 November 2017, Presiden Jokowi full mendedikasikan agendanya untuk akad nikah dan empat sesi resepsi puteri keduanya.

Kamis, 9 November 2017, Presiden Jokowi pagi-pagi terbang meninggalkan Lanud Adi Soemarmo menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari Halim, Presiden langsung menuju Istana Negara untuk memimpin penganugerahan gelar pahlawan nasional 2017. Saya ada di sana. Dari agenda11.00 WIB, acara hanya molor 5 menit.

Tak sampai sejam, Presiden Jokowi bergegas menuju Istana Bogor, karena pada sore hari dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-Sook.

Dari Surakarta menuju Bogor, kira-kira menempuh 457 kilometer.

Di Hari Pahlawan, Jumat pagi, 10 November 2017, Presiden Jokowi beranjak dari Bogor menuju Jakarta Selatan, untuk memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2017 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Kembali menuju Lanud Halim, Presiden Jokowi punya acara memberikan nama bagi pesawat hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Nurtanio, dipilih sebagai nama yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk pesawat N-219 yang akan dipakai sebagai sarana penerbangan perintis, tahun depan.

Selain acara utama, di Halim, Presiden Jokowi juga memberikan seruan keras memerintahkan agar semua proses hukum yang tidak berdasarkan bukti dan fakta untuk dihentikan. Pernyataan ini disampaikan Presiden menjawab pertanyaan jurnalis tentang adanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan KPK yang dikeluarkan oleh Bareskrim Polri.

Sore hari, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sudah berada di Vietnam setelah Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 di Bandar Udara Internasional Da Nang pukul 14.10 Waktu Setempat (WS), menempuh penerbangan selama hampir 3 jam 40 menit dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Dari Bogor menuju Da Nang, kira-kira menempuh 2.526 kilometer.

Di Da Nang, kota terbesar ketiga di Vietnam yang dikenal dengan pantai berpasirnya nan indah, Presiden Jokowi menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT APEC). Acara ‘sampingan’ lain di forum itu, antara lain, pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue, pertemuan Informal ASEAN Leaders, Gala Dinner para kepala negara dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull.

Dua malam di Vietnam, Minggu siang, 12 November 2017, Presiden Joko Widodo tiba di Bandar Udara Clark Pampanga, Filipina, pada hari Minggu, 12 November 2017.

Dari Da Nang menuju Manila, kira-kira menempuh 1.381 kilometer.

Selain agenda utama KTT ASEAN, ada beberapa acara ‘sampingan lain, yakni pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, ASEAN Leaders‘ Interface With ASEAN Business Advisory Council (ABAC), KTT Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-AS yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, KTT ASEAN-RRT, KTT ASEAN-Korea Selatan, KTT ASEAN-Jepang, dan pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di Philippine International Convention Center (PICC).

Senin 13 November 2017, Presiden Jokowi menghadiri The 20th ASEAN Plus Three (APT) Summit, KTT ASEAN-Kanada, KTT ASEAN-Uni Eropa, KTT Asia Timur, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Leader’s Meeting, KTT ASEAN-India.

“Kalau kita total, dalam dua hari ini ada 21 kegiatan yang akan dilakukan oleh Presiden, Jokowi” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Selasa malam, 14 November 2017, setelah menghadiri penutupan KTT ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju Manado, Sulawesi Utara. Tepat pukul 00.20 WITA, Rabu 15 November 2017, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi.

Dari Manila menuju Manado kira-kira menempuh 1.521 kilometer.

Hari ini, Presiden Jokowi menghadiri Kongres Trisakti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-20 dan langsung balik ke Jakarta sore ini. Itupun tak langsung balik ke kediaman di Bogor. Rabu petang, direncanakan Presiden Jokowi langsung menghadiri Rapat Kerja Nasional ke 7 Partai Nasdem di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dari Manado menuju Jakarta kira-kira menempuh 2.171 kilometer.

Jadi, mari kita total hitung-hitungan di atas. Selama dua pekan, dari 1 hingga 15 November 2017, Presiden Jokowi nyaris tanpa henti telah menempuh perjalanan 10.073 kilometer.

Well, menguraikan dan menghitungnya saja sudah capek. Apalagi, menjalaninya…

Panjenengan capek, gak sih, Mr. President?

Sebagaimana ditayangkan di http://tz.ucweb.com/11_2BVBK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *