Lagi, Gaya Komunikasi Apa Adanya Jokowi

Kembali nulis terkait gaya komunikasi Presiden Jokowi.

Kemarin, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Acara resminya sih, untuk menghadiri Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar pada Kamis kemarin di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram.

Tapi, selama di Mataram, Presiden Jokowi juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani di Kecamatan Suralaya, Kabupaten Lombok Timur, dan  Pondok Pesantren Darunahdlatain Nahdlatul Wathan di Kabupaten Lombok Timur. Di Ponpes terakhir itu, Presiden Jokowi pun berziarah ke makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Di sela-sela serangkaian acara Presiden Jokowi di Nusa Tenggara Barat, Kamis sore 23 November 2017, seorang kawan di Lombok berkirim pesan. “Sepertinya luluh para pemilih prabowo di kubu TGB dgn sikap dan cara pakde selama ini,” katanya.

“Mereka melihat langsung gimana kesederhanaan Pakde dan kedekatannya dengan santri,” kata kawan baik ini.

Jokowi memang antitesis dari komunikator atau sosok pemimpin yang secara fisik harusnya keren. Wajah dan posturnya tidak tampan dan atletis. Secara kemampuan retorika, caranya berpidato juga tak membahana.

Tapi, justru kesederhanaan itulah yang menjadi ‘nilai jual’-nya.

Bagaimana sebelum datang ke sebuah forum, Presiden Jokowi memilih bersalam-salaman dengan sebagian hadirin, setidaknya yang berada di bagian deoan dan tengah.

Kemarin pun demikian, saat berada di Pondok Pesantren Darunahdlatain Nahdlatul Wathan di Kabupaten Lombok Timur, perbincangannya dengan seorang santri kembar memantik angle unik tersendiri.

Biasanya, setiap pertanyaan yang diajukan hanya dijawab oleh satu orang, namun di pondok pesantren tersebut pertanyaan dijawab oleh dua orang santri kembar.

“Nama saya Muhammad Nafil Rasyadi, ada di sana kembaran saya,” kata Nafil memperkenalkan diri kepada Presiden.

Presiden Jokowi pun sudah menyangka karena ada kemiripan di wajah mereka.

“Tadi saya lihat memang dari jauh kok mirip-mirip, bener ternyata kembar. Sudah siapa tadi panggilannya?” tanya Presiden.

“Nafil, nih Pak, Nafil,” ucap Nafil sambil menunjukkan nama di seragam pesantren yang ia pakai.

Tak lupa Presiden pun menanyakan nama saudara kembarnya.

“Nabil,” ujar Nabil.

Saat Presiden bertanya daerah asal dari Nafil, saudara kembarnya pun tak mau kalah ingin ditanya oleh Presiden.

“Wong tidak ditanya kok minta ditanya. Ya Pancasila ayo!.” Ujar Presiden disambut tawa hadirin.

Saat membaca Pancasila, Nafil dan Nabil pun membaca secara bergantian dan kompak.

“Pancasila,” ucap Nafil memulai.

“Satu,” ujar Nabil melengkapi.

“Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucap Nafil.

Begitu seterusnya sampai sila kelima mereka baca secara lugas dan lantang secara bergantian.

“Nafil dan Nabil ini lucu betul, lucu betul. Ini duetnya bagus sekali. Sudah, makasih, makasih, makasih sudah,” ujar Presiden sambil mempersilakan untuk mengambil sepeda.

Belum puas dengan sepeda, Nabil pun kemudian meminta foto bersama dengan Presiden Jokowi.

“Sudah, sudah dapet sepeda masih minta foto,” canda Presiden.

Gaya-gaya khas seperti ini menjadi ‘gimmick’ tersendiri pada pemberitaan media.

Pekan lalu, saya bertemu seorang pengemudi di Sumatera Utara. Ia pun kagum pada Jokowi yang menurutnya sangat sederhana. “Kutengok-tengok, ini ternyata Presidenku,” kata kawan Batak itu, yang mengaku heran dengan perawakan dan kesimpelan Presiden Jokowi.

Seorang politisi PDI Perjuangan pun pernah menyatakan pada saya. Saat itu ia ada dalam Metro Mini yang mengantarkan Jokowi mendaftar sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2012. “Saya lihat-lihat orang ini, dari atas ke bawah.. apa yang membuatnya begitu dielukan..”

Itulah kharisma, itulah kesederhanaan dan orisinalitas Presiden Jokowi.

Semoga, gaya komunikasi apa-adanya ini terus konsisten dan menjadi nilai tambah Presiden Jokowi, untuk terus tidak menjaga jarak dengan rakyatnya…

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/11_3fxU4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *