Ukiran Bersejarah dalam Hidup Pria

Satu tahapan dalam kehidupan anak sulung saya, Einzel Raharjo, lewat sudah. Bocah lanang yang sebulan lalu berusia 10 tahun ini sukses menjalani khitan alias sunat atau sirkumsisi pada Kamis, 14 Desember 2017.

Pagi itu, kami memilih RumahSunatan.com yang ada di Bintaro Sektor V. Ditangani dokter Anwar dan tiga asistennya, proses khitan Einzel tak sampai 20 menit. Kagum juga dengan ketegaran anak mbarep ini, meski awalnya sempat meronta-ronta sebelum ‘dieksekusi’. Teringat, saya menjalani proses serupa saat akan naik tingkat dari SD menuju SMP, di tengah keriuhan Piala Dunia Italia 1990.Mengapa sih harus sunat?

Literatur internet menyebut sunat atau khitan adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan (kulup) dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”).

Sunat atau khitan bukan lagi menjadi ritual atau persyaratan keagamaan. Tapi, kini lebih kepada pentingnya manfaat sunat bagi kesehatan, serta penanda bahwa sang anak telah dewasa atau akil balig.

Manfaat sunat atau khitan, termasuk bisa dilakukan pada saat dewasa, setidaknya ada beberapa hal, antara lain kebersihan lebih terjaga, menjaga infeksi saluran kemih, beresiko rendah terkena penyakit menular seksual dan HIV, menurunkan resiko penularan penyakit pada pasangan seperti kanker serviks, mencegah terjadinya inflamasi, dan meningkatkan kenikmatan hubungan seksual.

Ukiran bersejarah, terjadi sekali dalam seumur hidup Einzel, selesai sudah. Tinggal menunggu masa pemulihan dan kontrol setelah lima hari, semoga semua lancar adanya. Dan masa depan menjadi lebih baik baginya, setelah kemarin menjadi ‘raja sehari’ itu..

Hehehehe… Selamat ya, Nak!

Seperti dimuat di http://tz.ucweb.com/12_3aqb2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *