Kampanye Bali, Gaya Non Verbal Jokowi

Kembali Presiden Jokowi mempertontonkan gaya non verbal ala Solo yang tak banyak bicara saat mengampanyekan agar wisata di Bali kembali hidup.

Netizen boleh ramai-ramai menggaungkan tagar #BaliAman dan hashtag #BaliSafe, tapi Presiden Jokowi menunjukkan perhatiannya pada turisme di Bali yang sedang prihatin -karena terdampak aktivitas Gunung Agung- dengan tindakan nyata.

Presiden Jokowi menggelar Rapat Kerja Terbatas (Ratas) tidak di Kantor Kepresidenan Jakarta atau Istana Bogor, tapi di Bali, langsung dari perjalanannya usai serangkaian kunjungan kerja dan menghadiri peringatan Hari Ibu di Papua maupun Papua Barat.

Erupsi dan aktivitas naik turun Gunung Agung memberi dampak signifikan bagi wisata maupun aktivitas ekonomi di Bali. Pemberitaan koran Bisnis Indonesia hari ini menulis, Ba k Pembangunan Daerah atau BPD Bali menaksir total kredit yang berpotensi bermasalah karena terdampak langsung Gunung Agung mencapai Rp 229 miliar dengan nasabah sebanyak 651 debitur.

BPD Bali sendiri mencoba memberikan keringanan dengan fasilitas restrukturisasi kredit kepada debitur yang terkena dampak erupsi gunung setinggi 3.142 mdpl itu. Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) memperkirakan beberapa kota bakal menerima limpahan wisatawan mancanegara maupun domestik pada libur Natal dan Tahun Baru. Kota-kota itu di antaranya Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Padang, Medan, dan Batam.

Bali harus ditolong. Karena, meski pemerintah gencar mengampanyekan tujuan wisata baru lain di luar Bali, namun Pulau Dewata tetaplah etalase terdepan Indonesia di mata dunia. Di sinilah, Presiden Jokowi bertindak nyata. Tak hanya menggelar Rapat Terbatas Kabinet Kerja, tapi sore tadi, juga berjalan-jalan di pasir Pantai Kuta.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pemilihan Bali menjadi lokasi rapat terbatas kali ini bukanlah tanpa alasan. Kepala Negara ingin menunjukkan keamanan Bali bagi wisatawan maupun investor yang ingin masuk ke Indonesia, khususnya Bali.

“Kita ingin menunjukkan Bali itu aman. Bali itu aman dipakai untuk akhir tahun, jadi jangan sampai ada sebuah persepsi karena ada masalah erupsi di Gunung Agung,” kata Presiden.

Tiba di Bali, Presiden Jokowi kemudian menuju pantai Kuta pada pukul 17.30 WITA, bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Selama menyusuri pantai, Presiden menyapa para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sore hari ini saya berada di Pantai Kuta di Pulau Dewata Bali, Bali aman. Dan wisatawan kalau kita lihat ini di Pantai Kuta sangat ramai sekali. Jadi kalau ingin berwisata di Pulau Bali dalam liburan ini silakan datang ke Bali,” ucap Presiden.

Bahkan Presiden sempat membuat vlog di tengah kerumunan wisatawan.

“Kalau kita lihat ini, sore hari ini saya berada di Pantai Kuta, ramai sekali coba lihat, ramai, ramai, ah ramai, ramai, ramai sekali, ramai sekali, ramai sekali, ramai sekali, aah ramai sekali,” kata Presiden dalam vlognya, sebagaimana diberitakan Biro Pers, Media, dan Informasi Istana Kepresidenan.

Usai menikmati keindahan Pantai Kuta selama 30 menit, Presiden bersama rombongan berjalan kaki menuju sebuah warung yang berada di kawasan Kuta.

Di warung itu, Presiden menikmati hidangan caffe latte dan pisang goreng. Setelahnya, Presiden beserta rombongan kembali ke hotel dengan berjalan kaki.

Malam hari ini, Presiden akan mengadakan rapat terbatas dengan para Menteri Kabinet Kerja untuk membahas pariwisata.

Jokowi menunjukkan diri pada masyarakat Indonesia dan dunia. Bali aman untuk wisata, tak usah takut datang ke mari.

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/12_3JfwD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *