Welcome Back Aji, May The Force Be With You

“Aji, Aji, Aji wis tuwek…

Aji wis tuwek katene matek…”

SAYA ada di Stadion Gajayana, saat pertengahan 2001 Arema menjalani derby dengan Persema Malang dalam lanjutan Liga Indonesia musim itu.

Hadir sebagai reporter Radio Salvatore, kini bernama Radio Sonora Surabaya, saya mendapat berita bagus. Pertandingan dihentikan karena kekerasan antar suporter dan petugas keamanan, usai kedua kesebelasan terlibat baku hantam di lapangan.

Sembari bersembunyi di satu ruangan di pelataran stadion, saya melaporkan langsung pandangan mata kericuhan, lengkap dengan tembakan-tembakan peringatan yang diluncurkan petugas keamanan.

Benar-benar sebuah ‘perang saudara’ yang cukup tinggi tensinya. Bahkan, Aremania rela nge-chant untuk menjatuhkan mental Aji Santoso, bek kiri legenda hidup mereka, yang kala itu berseragam Persema Malang, tim sekota sekaligus rival dalam meraih popularitas ‘Genaro Ngalam’.

Aji memang tak muda lagi. Lahir di Kepanjen pada 6 April 1970, ia memperkuat Arema sejak usia 17 tahun, setelah mentas dari klub Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) dan Gajayana Malang.

Pada 2001 itu, di umur 31 tahun, ia kembali ke Malang berseragam Persema, setelah sempat berkelana membela panji Persebaya (1995-1999) dan PSM Makassar (1999-2000).

Dalam beberapa musimnya bersama Persebaya, Aji menjadi kapten sekaligus mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia ketiga di musim 1996/1997. Satu gol disumbangkannya dalam partai final kala ‘Bajul Ijo’ menumbangkan juara bertahan Bandung Raya 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kini, Aji Santoso, pria yang pernah memperkuat berbagai klub sebagai pemain dan pelatih, lengkap juga portofolionya sebagai mantan pelatih tim nasional, datang kembali ke Persebaya. Lantaran pernah membawa tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo sebagai juara, Aji pun dianggap sebagai legenda di Persebaya.

Kali ini, ia datang kembali untuk kali ketiga sebagai pelatih. Sebelumnya, Aji yang berstatus sebagai pelatih caretaker sempat mengantarkan Persebaya lolos dari jurang degradasi dengan kemenangan adu penalti versus PSMS Medan di play-off ISL musim 2009-2010.

Kali kedua, Aji mengarsiteki Persebaya 1927 di era IPL 2010-2011. Persebaya juara paruh musim, tapi breakaway league itu dihentikan di tengah jalan.

Sayang, debut Aji Santoso dalam petualangan kali ketiganya di Persebaya berakhir imbang. Sabtu, 9 November 2019, Rendi Irwan Saputra, pemain yang bersama Aji di tim IPL 2011, mendonasikan salah satu gol bagi Persebaya saat menahan imbang 2-2 tuan rumah PS Tira Persikabo.

Persebaya tak cukup beruntung untuk menang. Tapi, Persebaya juga tak cukup sial untuk kalah, karena satu peluang penalti PS Tira bisa digagalkan Imam Arief, kiper yang selama ini anteng di bangku cadangan.

Gagalnya eksekusi Osas Marvellous Ikpefua membuat kedua tim berbagi satu poin. ‘AS’ pun digemakan bukan sebagai Aji Santoso tapi ‘Away Seri’ sebagai catatan debutnya kali ini.

“Saya syukuri satu poin ini. Tidak mudah bermain di kandang lawan, tanpa banyak pemain inti tapi masih bisa ambil poin,” kata Aji dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pemilik Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) di Griyashanta, Malang, itu tahu pasti, ia tak akan bisa membangun kota Roma dalam semalam.

Demikian pula dalam membangkitkan Persebaya, setidaknya agar bisa meraih posisi lima besar di akhir musim kompetisi, seperti capaian tahun lalu. Atau, bagi para Bonek, yang penting peringkatnya jangan di bawah Arema.

“Memang pelan-pelan saya ingin mengembalikan ciri khas Persebaya,” tegas Aji sembari menegaskan karakter Persebaya adalah umpan pendek beraliran cepat. Aji pun menegaskan, ia pesepakbola dengan DNA juara, baik saat menjadi pemain maupun sebagai coach.

Masih panjang jalan Aji bersama Persebaya di sisa musim ini. Delapan laga tersisa, sementara kini Hansamu Yama dkk ada di posisi kesebelas. Jadi, jika ia ingin kontraknya berakhir mulus hingga akhir musim 2020, tentu Aji tak boleh mengecewakan manajemen dan  Bonek.

Sisa pertandingan melawan PSM Makassar, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persija Jakarta, Madura United, Bhayangkara FC, Arema Malang dan Perseru Badak Lampung harus dimaksimalkannya.

Lima laga kandang dan tiga away, meski judul laga kandang serasa hambar kalau banding atas hukuman tanpa penonton tak dikabulkan.

Selamat berjuang, Aji Santoso. Saatnya mengukir kenangan manis bersama Persebaya dalam sejarah yang berulang kali ketiga.

May the Force be with you

Jojo Raharjo, penggila Persebaya, merantau di Jakarta

ditayangkan di https://jatimnet.com/welcome-back-aji-may-the-force-be-with-you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *