Zulkifli, Sang Pemimpin Pasukan Berani Mati

Anda yang seumuran dengan saya bisa jadi di masa kecilnya pernah nonton film klasik dalam negeri ini.

Judulnya: Pasukan Berani Mati, atau ‘Soldiers Are Willing To Die’. Pelakonnya ada Barry Prima, Roy Marten, Eva Arnaz, Rini S. Bono, El Manik, Dorman Borisman, Dicky Zulkarnaen, Amoroso Katamsi, HIM Damsjik dan lain-lain.

Disutradarai Imam Tantowi, film yang dirilis 17 Agustus 1983 ini berlatar perang revolusi kemerdekaan dibumbui romantika antar insan. Garis besar film ini berkisah tentang batalion pimpinan Kapten Bondan (Dicky Zulkarnaen) menyatu dengan rakyat bergerilya melawan pendudukan Belanda.

Ini film keren dengan latar epik perjuangan Indonesia melawan kolonialisme Belanda, sebagaimana film segenre di masa itu, seperti ‘Lebak Membara’, ‘Serangan Fajar’, ‘Janur Kuning’ dan lain-lain.

Bicara soal ‘Pasukan Berani Mati’, di masa Pandemi Covid ini gelar serupa layak disematkan ke berbagai profesi. Di garda depan tentu saja untuk para dokter dan petugas medis. Mereka rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan para pasien kritis. Termasuk saat sang pasien tak jujur tentang kondisi dirinya. Berita terbaru, perawat yang pernah menangani salah seorang menteri, baru saja gugur, meninggal dunia. Sementara sang menteri sudah pulih dan kembali beraktivitas sebagai pejabat tinggi negara.

Di layer berikutnya, masih banyak profesi lain yang tak kena imbas ‘Work from Home’ di era Covid-19. Ada jurnalis, produser dan presenter yang terus berbagai kabar di masa wabah. Juga awak transportasi, aparat keamanan dan juga petugas eksepsidi.

Di antara mereka, jangan lupakan petugas pelayanan penyedia listrik. PLN punya Tim Reaksi Cepat (TRC) yang biasa digerakkan di lokasi bencana gempa, banjir dan musibah lain, maka tim serupalah yang kini beraksi memastikan pasokan listrik di masa Corona tetap aman.

Di sinilah Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menegaskan komitmen penuh dalam melayani keluhan pelanggan dan upaya menjaga kualitas pasokan listrik, meskipun situasi pandemi Covid-19 menimbulkan risiko besar terhadap para pegawai PLN yang harus tetap bertugas di lapangan.

PLN sangat mendukung langkah cepat dan sistematis Pemerintah dalam melindungi pelanggan listrik yang paling terdampak Covid-19.

“Kebijakan ini menunjukkan komitmen dan upaya perlindungan Pemerintah kepada masyarakat paling terdampak, dan PLN sebagai penerima mandat pelaksanaan kebijakan tersebut menyelesaikan dengan profesional dan penuh tanggung jawab,” kata Zulkifli Zaini.

Pemilik gelar MBA dari University of Washington itu menambahkan, pada masa Pandemi Corona ini, petugas catat meter tidak dapat melakukan pencatatan meteran kepada sebagian pelanggan untuk menghindari pelanggan kami menjadi korban penularan virus. Di sisi lain, PLN juga tetap melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban utama yang diberikan oleh Negara, yaitu menyediakan listrik dengan kualitas yang andal dan ketersediaan yang cukup.

Justru pada situasi seperti ini, ketika masyarakat memerlukan pasokan yang terjamin dan kualitas listrik yang andal, PLN berusaha mati-matian menjaga mandat dan tanggung jawab itu.

“Kami buat pengamanan berlapis, ketersediaan petugas di titik-titik operasi kritikal, dan pengawasan maksimal kepada menjaga pasokan listrik. Meskipun kami juga sadar bahwa ada risiko besar petugas dan pegawai kami di lapangan menghadapi virus yang penyebarannya sangat luar biasa. Kami ambil risiko itu,” jelas mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Berdasarkan catatan PLN, selama bulan Maret dan April 2020, tingkat gangguan listrik apalagi pemadaman justru berada di titik terendah.

“Itulah komitmen kami, karena kami sadar, bahwa justru dalam situasi ketika masyarakat harus bekerja dari rumah, listrik yang andal dan berkualitas adalah faktor yang sangat penting. Kami jaga pasokan listrik 24/7 setiap bulan sepanjang tahun,” tegas pria 64 tahun berlatarbelakang bankir papan atas itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *