Ah, Kini Nadya Pun Jadi Lega

Nadya, perempuan asal Kampung Melayu Kecil, Jatinegara Jakarta Timur, merasa lega. Keluhannya terkait kenaikan tagihan listrik bulan Mei ditanggapi positif oleh PLN.

“Ternyata kenaikan tagihan listrik di rumah saya disebabkan petugas pencatat meteran tidak bisa datang ke rumah karena arahan kebijakan ‘Bekerja dari Rumah’ atau ‘Work from Home’ di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Pandemi Covid-19 ini,” kata gadis berhijab itu.

Nadya jadi paham, saat ia mendapat penjelasan bahwa atas kebijakan tidak bisa hadirnya petugas ini, maka PLN menghitung tagihan konsumen bulan April berdasarkan tagihan rata-rata pada tiga bulan sebelumnya.

Sementara itu, Nadya juga mendapat informasi jika pelanggan ingin mengecek informasi stand meter bisa menggunakan aplikasi standmobile.

“Saya senang atas informasi ini. Semoga PLN ke depannya lebih baik lagi ya,” pungkas Nadya.

Terkait penghitungan tagihan listrik karena petugas pencatat meteran tidak datang ke rumah, PLN menjamin akan mengembalikan kelebihan (restitusi) jika pemakaian pada bulan April dan ditagihkan pada bulan Mei tidak sebesar pemakaian rata-rata tiga bulan sebelumnya.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad menjamin bahwa PLN akan mengembalikan sisa tagihan yang melebihi pemakaian listrik. Tagihan yang melebihi pemakaian listrik terjadi karena PLN menghitung tagihan itu berdasarkan rata-rata pemakaian listrik tiga bulan sebelumnya. PLN tidak mengecek langsung meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah sejak April 2020 akibat pandemi Covid-19.

Selain dikembalikan, sisa tagihan itu bisa juga menjadi saldo untuk pembayaran listrik bulan berikutnya.

“Kalau hasil rata-ratanya pemakaian listrik lebih besar, nanti akan kami perhitungkan di rekening bulan depan. Jadi tidak usah khawatir, semua datanya terdokumentasi rapi,” kata Ikhsan melalui sarana video telekonferensi.

“Nanti bisa juga langsung direstitusi, dikembalikan. Jadi aman,” lanjut Ikhsan.

Nah, jadi mari bersikap bijak seperti Nadya. Jangan termkan ombak cuitan di media sosial lalu memaki sebelum cek-ricek fakta yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *