Ayo Duta Sepak Bola Jatim, Raih Juara di Manila!

SELANGKAH lagi, tim nasional sepak bola Indonesia mengulang sejarah 4 Desember 1991. Dua puluh delapan tahun silam!

Pada tanggal itu, sepak bola Indonesia memiliki momentumnya. Mendapatkan emas kedua dalam sejarah SEA Games, perhelatan olahraga negara se Asia Tenggara, yang belum bisa terulang sampai hari ini.

Empat tahun setelah meraih emas di Senayan, SEA Games Jakarta 1987, timnas Indonesia kembali menembus final SEA Games Manila 1991. Dua adu penalti menjadi kebanggaan kiper Eddy Harto sebagai pahlawan: di semifinal melawan Singapura, dan di babak pamungkas menjungkalkan Thailand. Dua-duanya berakhir dengan adu tos-tosan setelah waktu normal tanpa gol. Continue reading “Ayo Duta Sepak Bola Jatim, Raih Juara di Manila!”

Menemukan Rendang dan Bakwan Jagung di Manila

Beberapa hari berkunjung ke Manila, Filipina, lidah terasa tak afdol karena tak mencecap makanan khas Tanah Air. Pilihannya itu-itu saja. Jalan ke minimarket, minta menghangatkan ayam goreng yang didinginkan, atau mampir ke restoran cepat saji terdekat. Jalan ke McDonald’s atau Burger King, pesan menu standar: paket ayam yang ada nasinya. Jika asal datang ke pusat jajanan, bagi yang anti makanan haram, mesti hati-hati. Aroma daging babi ada di mana-mana.

Kami terkejut karena informasi di dunia digital memberikan jawaban itu: Restoran ‘Koki Indo’ di kawasan Mayapis, Makati. Tersempil di antara ruko-ruko modern, inilah ‘surga’ yang kami nanti-nantikan: masakan rumahan ala warung padang!

Continue reading “Menemukan Rendang dan Bakwan Jagung di Manila”

Merindukan Emas Sepak Bola 28 Tahun Silam

Coba ingat-ingat, di mana Anda pada 4 Desember 1991? Sudah kuliah, masih SMA, atau jangan-jangan belum direncanakan untuk dilahirkan?

Kalau saya, jujur saja, saat itu masih mengenakan celana pendek biru dengan atasan putih. Duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. SMP Negeri XII, Ngagel Kebonsari, Surabaya. Rajin membaca halaman olahraga Jawa Pos, dan juga tabloid Bola yang terbit tiap Jumat.

Continue reading “Merindukan Emas Sepak Bola 28 Tahun Silam”

Membicarakan Pensiun dan Usia Harapan Hidup

Di sudut mal Robinsons Galleria Quezon City, tepatnya di salah satu meja Max’s Fried Chicken, rumah makan ayam khas Filipina,  kami berbicara tentang pensiun dan harapan hidup.

Berteman ayam bakar dalam potongan badan ayam utuh didampingi sop udang dan jus mangga mentah, Harry Situmorang, pria Tapanuli Selatan yang hampir 19 tahun menjadi audit senior Asian Development Bank membuka pembicaraan. Continue reading “Membicarakan Pensiun dan Usia Harapan Hidup”

Check In: MNL, Mabuhay, Hari Pertama di Manila!

Jumat 25 Oktober 2019, jam 6 pagi, matahari Ninoy Aquino International Airport malu-malu menyapa saat Airbus 321-200 milik Philippine Airlines PR 536 menunaikan tugasnya menerbangkan saya selama 3 jam 55 menit dari Bandara Soekarno Hatta.
 
“Salamat! Thank you for flying with us.” Demikian layar monitor di depan kursi menuliskan salam.
 
Ah, sudah sampai. Saya cuma berpikir bagaimana caranya bisa ke dapur para pramugara dan pramugari di belakang badan pesawat. Haus bener. Inilah pelajarannya kalau terbang malam: sediakan minuman kemasan dalam tas tenteng Anda.

Continue reading “Check In: MNL, Mabuhay, Hari Pertama di Manila!”