Catatan Firman Tuhan dari ibadah 4 Mei 2025 di GMS Alam Sutera bersama Pendeta Steven Yeremia Irawan.
Dalam ibadah kali ini, Steven Yeremia Irawan berbagi kisah tentang Nabi Elisa melanjutkan pelayanan Elisa. Bagaimana agar untuk hidup dalam penyediaan Allah, kita harus hidup dalam rencana Allah.
”Di dalam kehidupan ini, kita harus memutuskan apakah tetap hidup dalam rencana Tuhan atau seperti Israel, bersungut-sungut dan keluar dari rencana Allah,” ungkapnya.
Ditekankan, kita harus melalui proses. Hidup dalam ketaatan, dan hidup dalam pengorbanan.
”Tuhan tak hanya ingin membuat kita sukses, kaya, nyaman dan mendapat promosi jabatan yang kita inginkan. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Terlebih dari itu, lewat berkat yang Tuhan percayakan pada kita, Ia ingin kita membangun Kerajaan Allah lewat setiap resources yang kita miliki,” paparnya.
Berlandaskan II Raja-raha 2: 1 – 14 saat-saat Nabi Elia akan memberikan ’tongkat estafet’ pelayanan kepada Elia, ada empat tempat disebut di sana. Gilgal, Betel, Yerikho, dan Sungai Yordan.
Semua tempat itu punya makna sendiri

- . Gilgal tempat pembaharuan dan perjanjian.
Gilgal melambangkan proses di mana Tuhan mengubah seorang berdosa menjadi bejana bagi karyanya. Di sini umat Israel disunat secara fisik, mendirikan batu, dan merayakan Paskah.
”Di sini kita harus memutuskan hidup bagi kerajaan Allah. Kalau belum lulus dari fase ini, kita tak akan bisa menerima penyediaan dari Tuhan dan hidup dalam rencanaNyam” ungkapnya.
Ia menambahkan, kalau Anda hidup dalam penyediaan Allah, jangan-jangan Tuhan yang sedang menunggu kita siap.
”Hari ini mungkin kita belum ready kalau dapat jawaban doa saat ini. Lepaskan pengampunan pada orang yang bersalah pada anda,” tukasnya.
2. Betel, tempat perjumpaan dengan Allah.
Betel berasal dari kata Bet, artinya rumah, dan El artinya Allah. Betel berarti rumah Allah.
”Betel merupakan proses di mana seseorang intim menerima panggilan Allah. Di tempat inilah Abraham dipanggil menjadi bapa bangsa-bangsa, dan Yakub melihat penglihatan tangga yang menghubungkan langit dan bumi,” urainya.
Betel tempat kita menerima panggilan dan membangun hubungan dengan Tuhan. Di sinilah kita melakukan Saat Teduh rutin, untuk mengenal kehendakNya.
”Kalau belum lewat level ini, kita tak masuk dalam rencana Tuhan,” tegasnya.
3. Yerikho, tempat tantangan dan kemenangan
Yerikho merupakan proses di mana seseorang menghadapi ujian dan menerima kemenangan agar naik level lagi.
Hasilnya, tembok Yerikho yang kelihatan mustahil itu bisa diruntuhkan.
”Mustahil kalau itu bukan tantangan dari Tuhan. Tantanganmu Tembok Yerikho. Jangan ambil jalan pintas, tetap percaya tetap beriman, ingat tahun ini adalah tahun kemenangan dan berkat internasional. Mari hidup benar mengandalkan Tuhan,” jelasnya.
4. Sungai Yordan
Yordan adalah tempat transisi menerima pengurapan baru. Dengan proses yang dialami, kita mendapat pergumulan dan kepercayaan baru.
Di balik kepercayaan ini ada penyediaan. Bagaimana Elisa mengambil jubah itu dan memukulkan ke sungai, sehingga mujizat terakhir Elia adalah mujizat pertama Elisa.
”Kita harus menghidupi visi Tuhan, menghidupi panggilan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan tidak mau kita jadi biasa-biasa, tapi Ia ingin menggunakan kita untuk menuju visiNya yang mulia,” pungkasnya.

