The end of an era. Liverpool memasuki era pelatih baru setelah Arne Slot digantikan Andoni Iraola.
Di balik itu, ada kisah sukses petisi yang diinisiasi penggemar berat Liverpool asal Indonesia.
Supporter Liverpool gerah. Dalam status sebagai juara bertahan Liga Inggris, The Reds jadi bulan-bulanan. Kekalahan demi kekalahan terjadi, termasuk dua kali keok dari Manchester United, tiga kali dari Manchester City, juga dari Crystal Palace, Brentford, Chelsea, Nottingham Forrest, Wolves, Bournemouth, Brighton hingga dihajar PSV Eindhoven 1-4 di Anfield.
“Saatnya Slot diganti.” “Pecat Slot”. “Ganti sekarang atau kapal tenggelam.“
Makian demi makian terus meluncur di media sosial maupun grup percakapan telepon. Tuntutannya jelas: ganti Arne Slot, pelatih yang dianggap gagal mengolah pemain-pemain berkualitas nan mahal dalam kubu juara Liga Inggris 20 kali itu.
Dalam situasi itu, Emerson Yuntho, salah satu fans Liverpool garis keras di tanah air. Bersama beberapa kawan, ia menginisiasi petisi pemecatan pelatih Arne Slot.
”Kami sangat sebel, Liverpool tampil mengecewakan di musim ini. Belum pernah Liverpool memiliki rekor buruk separah ini. Selain tanpa gelar, total kalahnya 20 kali, termasuk juga kekalahan terbanyak di Liga, poin terendah dalam satu musim, dan juga kebobolan terbanyak sejak musim 1993/1994,” kata pria yang dikenal sebagai aktivis antikorupsi dan juga praktisi hukum itu.

Dari awalnya konsumsi anggota grup, petisi Emerson ditandatangani lebih dari 1.400 orang. Seruan dimulai tak lama setelah Liverpool ditahan imbang Chelsea -tim yang lagi bapuk-bapuknya- di Anfield, serta disingkirkan PSG dengan total skor 0-4 di perempat final Liga Champions. Linknya ada di sini. https://c.org/f82wD87s5X
Dalam Bahasa Inggris, ajakan itu diawali pernyataan memilukan.
Our Hearts are Breaking
It is painful to see our world-class players looking confused by tactical schemes, and to see The Kop, which usually roars with pride, now filled with frustration. We empathize with a squad that possesses immense potential but remains “shackled” by leadership unable to maximize their talent.
SLOTOUT is not just a hashtag of anger. It is an emergency call from those of us who care. We need a leader with higher credibility, more adaptive tactics, and a DNA that aligns with the core values of Liverpool FC.
A CALL TO ALL KOPITES:
Do not let our glory become nothing more than history in an old book. If you believe Liverpool FC deserves better, if you long to see a team that plays with heart and high determination, then sign this petition now!
Your signature is a voice that reminds the management that the fans are the lifeblood of this club.
Let us unite under one message: For the future of the club, for our lost glory… #SLOTOUT!
This petition is initiated and sponsored by concerned Liverpool FC supporters in Indonesia, including, but not limited to: Emerson Yuntho; Jojo Raharjo; Oryza Ardyansyah Wirawan; Muhammad Iqbal; Ervan Nurachman
Bukan kali pertama
Ini bukan kali pertama Emerson mengawali petisi pemecatan pelatih Liverpool. Hampir sebelas tahun lalu, Brendan Rodgers juga diberhentikan setelah serangkaian hasil buruk dan akhirnya melepas posisi terhormat itu.
Petisi itu berjudul ‘Kick Brendan Rodgers out of Liverpool FC NOW (Keluarkan Brendan Rodgers dari Liverpool FC)’ #RodgersOut.
Jika diterjemahkan, isinya
”Setiap LFC akan bertanding, kami – jutaan Suporter LFC diseluruh dunia, dikecam ketakutan, kecemasan bahwa The Reds akan bermain buruk dan mengalami kekalahan. Tanpa prestasi yang nyata, kami sulit meyakinkan anak-anak kami, keluarga, dan teman bahwa LFC adalah klub yang hebat di Inggris dan dan juga di dunia.

Brendan Rodgers miskin strategi dan salah manajemen sehingga LFC tersingkir dari Liga Champion dan menjadi klub biasa saja – berada dipapan tengah klasmen di Premier League. Brendan Rodger tidak mampu menampilkan permainan terbaik, tidak mampu menghasilkan sebuah tim yang solid, sebuah tim pemenang, membawa keputusasaan bagi kita-suporter LFC di seluruh dunia.
Kami frustasi, kecewa, patah hati, marah dan sangat marah dan bahwa kami menangis. Kami sakit dan lelah karena dihina dan diganggu oleh suporter klub lain, setiap LFC gagal meraih angka dan mengalami kekalahan).”
Beri kami kembali kejayaan LFC. Beri kami kembali Piala Pemenang agar kami bangga!”
SACK BRENDAN RODGERS NOW !!!!! #RodgersOut
(PECAT BRENDAN RODGERS SEKARANG !!!!! #RodgersOut)
linknya ada di sini https://www.change.org/p/john-henry-tom-werner-liverpool-fc-kick-brendan-rodgers-out-of-liverpool-fc-now-rodgersout
(Petisi ini diinisiasi dan didukung oleh Suporter Liverpool FC di Indonesia, termasuk, tidak terbatas yang terdiri dari: Emerson Yuntho; Alvin Lie; Teuku Kemal Pasya; Yeni Fatmawati; Heru Susanto; Thatit Ragil; Jojo Raharjo; Imron Rosyid; Ambrosius Harto; Agus Hidayat; Herlan Primasto; Imung; Arry Anggada; Avandi Wiradinata; Yophiandi; Ervan Nurachman; Lukman Hakim; Syaiful Akbar; Idham Saputra; Helmi Firdaus; Firmanzah; Hendri Satrio; Beted; Mahesa Jenar; Riza Hufaida; Junaidi Masjud; Eddi Kurniawan; Billy Khaeruddin; Yudie Thirzano; Muhammad Ghufron)
Emerson bangga, seperti juga saat Liverpool memecat Brendan Rodgers satu dekade lampau, kali ini Arne Slot diganti di akhir msuim.
“Ya, saya bersyukur dan senang, meskipun tidak yakin apakah petisi ini sampai di manajemen Liverpool,” katanya.
Di alam demokrasi di mana kebebasan berpendapat bebas disampaikan dengan cara yang tepat, Emerson percaya perjuangan lewat petisi macam change.org ini masih akan diperlukan. Setidaknya, saat kanal-kanal lain tersumbat.
“Semoga Liverpool di bawah kepemimpinan Andoni Ireola sebagai pengganti Arne Slot bisa lebih jos musim depan. Ibarat reformasi, kita tidak sekadar ganti tokoh, tapi merasakan dampak baiknya secara lanvsung,” kata pria yang diberi nama Emerson karena ayahnya penggemar Emerson Lake & Palmer, grup musik rock progresif asal Inggris beranggotakan Keith Emerson, Greg Lake, dan Carl Palmer itu.

