GMS 2 Agustus 2028: Kasih Karunia yang Heran di dalam Jurang

Pada ibadah sepanjang hari Minggu ini, Pastor Philip Mantofa mengupas kitab Zakharia. Kitab yang jarang dibaca, namun penuh visi.

Dalam bahasa Inggris ‘strange grace‘, namun agak susah diterjemahkan sebagai ‘kasih karunia yang aneh’. Lebih tepat dengan kata ‘heran’.

Dari awal bacaan ini, nampak tiga bulan sebelumnya Tuhan begitu marah, tapi tiga bulan kemudian ia begitu memanjakan anakNya.

“Tiga bulan lalu, mereka berlumuran dosa dan Tuhan menampar umatNya. Tapi, ternyata Tuhan yang maha ingat, tidak mengingat-ingat. Tuhan itu manis sekali,” ungkapnya.

Tuhan itu bukan pelupa, tapi Ia akan melupakan kesalahan kita, jika kita bertobat sungguh-sungguh.

Di ayat 8 tertulis, ”Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih.”

Penampakan Yesus menunggang kuda merah di antara pohon murad. Merah adalah ’passion’, gairah Tuhan untuk menulihkan hidup kita.

Sementara itu, murad (myrtle trees) artinya pohon yang ’tough’, tak butuh banyak air untuk hidup. Tapi, ia juga merupakan pohon yang merespon baik saat ’ditegor’.

Tuhan berjanji, kalau kita bisa ditegur, menerima koreksi dan masukan sehat, kita akan seperti pohon murad. Tidak akan mati, tapi justru bisa makin berbuah lebat.

Tuhan bekerja dalam semua kejadian di dunia ini demi umat pilihanNya.

Pesan dari ibadah ini:

Pertama, Tuhan ada di dalam ’jurang’ kehidupan kita, Ia cemburu untuk kebaikan kita.

Kedua, Tuhan tidak tetap marah dengan kita, saat kita menanggung konsekuensi dosa kita.

Ketiga, Tuhan tidak akan tinggal tenang, hingga Ia memberkati hidup kita lagi.

Selengkapnya di link ini.  

Leave a Reply

Your email address will not be published.