Selamat ulang tahun ke-25, Aryo Seno Bagaskara.
Ada satu hal yang rasanya perlu kita luruskan: tidak benar kalau anak muda dianggap tidak peduli politik. Seno menjadi salah satu buktinya.
Beruntung, di Tawangmangu, Karanganyar, sempat ngobrol dan ngonten bareng Seno. Dari obrolan ringan, menemukan cerita yang menarik tentang kebiasaannya memakai sarung tangan hanya sebelah.
Ternyata, kebiasaan sederhana itu punya cerita.
Seno mengingat masa ketika pada usia 19 tahun, ia ikut memimpin gerakan relawan penanganan Covid-19 di Surabaya.
Di tengah situasi pandemi, ketika banyak orang memilih menjaga jarak dari persoalan publik, anak muda seusianya justru turun tangan membantu sesama.
Jadi, kalau ada yang bilang generasi muda apatis terhadap politik, mungkin kita perlu bertanya lagi: politik yang seperti apa yang mereka lihat? Dan untuk apa politik itu dijalankan?
Kepedulian politik dimulai ketika seorang anak muda merasa bahwa persoalan masyarakat adalah juga persoalannya.
Seno masih sangat muda. 25 tahun adalah usia yang bahkan belum separuh perjalanan. Jalan di depan masih panjang. Dunia politik yang dipilihnya pun bukan jalan yang mudah. Banyak tikungan, godaan, kompromi, dan ujian yang akan datang.
Karena itu, doa kita sederhana: Semoga Seno tetap menjaga integritasnya.
Tetap punya keberanian untuk berbeda ketika memang harus berbeda. Tetap punya kerendahan hati untuk mendengar.
Dan tetap ingat bahwa politik pada akhirnya bukan tentang seberapa tinggi seseorang bisa naik, tetapi seberapa banyak yang bisa ia lakukan untuk orang lain ketika berada di atas.
Selamat ulang tahun ke-25, Seno. Perjalananmu masih panjang. Jaga langkah. Jaga hati. Jaga integritas.
Karena dalam politik, yang paling sulit bukan memulai perjalanan.
Yang paling sulit adalah tetap menjadi diri sendiri ketika perjalanan itu mulai membawa kita jauh.
Video by: @muhammadfathinn
Edited by: @iya.n_

