Renungan mingguan Pendeta Didik Rochadi kali ini mengangkat tema ’Mari Menjadi Pelaku Firman’. Apa maksudnya?
Dilandasi Yakobus 1:22, ”Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”, menunjukkan banyak orang gagal menjalankam Firman Tuhan dalam kegiatan sehari-hari.
Kuncinya adalah: Mengenal-Mempercayai-Mengasihi-Menaati-Mengalami.
Mendalami Firman Tuhan: karena kita mengenalNya. Semakin mengenali dan melihat bahwa Ia benar, kudus, maha kasih, maha kuasa dan maha hadir. Sebagaimana Nuh dan Abraham taat pada Tuhan atas perintahNya. Demikian pula Samuel saat mengurapi Daud.
Masalah terbesarnya, kita belum sungguh-sungguh mengenalNya.
Pengenalan akan Tuhan menghasilkan kepercayaan. Semakin lama berjalan bersama dengan Tuhan, semakin banyak bukti integritasnya. PertolonganNya tepat pada waktunya. Iman Kristen bukan sekadar teori, tetapi untuk dialami dan dipercayai.
Setelah itu kita mengasihi, serta timbul kerinduan untuk menaati FirmanNya. Kita mengasihi, karena Ia lebih dulu mengasihi kita.
Ketaatan adalah respon kita kepada kasih Tuhan. Bukan karena takut dihukum. Tapi karena tak ingin melukai Tuhan yang begitu mengasihi kita.
Kita mengalami apa yang kita percayai. Jangan berhenti hanya dalam tahap mendengar.
Jika kita mempercayai karakter Allah yang setia, maka kita akan mengalami penggenapan janji-janjiNya.
Mari menjadi pelaku Firman, dan bukan pendengar saja.
Implementasi:
Pertama, kenali Tuhan Yesus dengan segala sifatNya.
Kedua, percayai integritas karakter-karakterNya.
Ketiga, taati FirmanNya dan
Keempat, alami yang Saudara percayai.

