Doa Berkah untuk Grand Launching Resto Kasuna by Umatis

Hadir di peresmian resto baru milik kawan baik. Sahabat yang terakhir bertemu 24 tahun lalu. Semoga sukses ya, meraih pasar premium di gedung perkantoran Sudirman.

Pesan itu masuk kemarin.

“Mau berbagi kabar, Puji Tuhan besok kami akan melaksanakan Grand Opening Kasuna, usaha baru jualan nasi campur. Kebetulan lokasinya juga tidak jauh dari kantor Mas Jojo. Mohon doa dan dukungannya ya. Kiranya Tuhan menyertai setiap langkah dan memberkati usaha ini agar dapat bertumbuh dengan baik dan menjadi berkat bagi banyak orang.“

Pengirimnya tercatat atas nama Dave Aditya. Sesama perantau asal Surabaya. Adik kader di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tegalsari, di kota pahlawan, tempat kami sama-sama dibesarkan. Tapi, karena rentang waktu aktivisnya berbeda, rasanya kami belum pernah berjumpa. Hingga sama-sama hijrah ke Jakarta, dan Grup Whats App pun mempertemukan kami.

Berada di lantai 2 Menara Astra, perkantoran elit di kawasan Sudirman, nuansa Bali nampak di resto itu. Kasuna by Umatis, namanya. ”Kasuna artinya bawang putih. Sedangkan Umatis bisa dibilang sebagai holding grupnya. Sudah ada resto Umatis sebelumnya di daerah BSD,” ungkap Adit -sapaan akrab alumnus Teknik Industri ITS itu.

Mengenakan uniform resto, Adit nampak sibuk melayani relasi yang hadir di grand launching restonya. Ia bersama RAB Gandhi, salah satu owner lain. Bersama Andre, trio lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang ini merealisasikan hobi makan mereka konkret dalam kongsi bisnis.

“Dua orang ‘suhu’ pernah menasihati saya untuk tak ragu nyemplung di dunia bisnis. Ditambah satu peringatan keras: jangan sekali-kali mendekati dunia politik,” kata lelaki yang tinggal di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu sambil tertawa.

Siang tadi, saya memesan nasi goreng kampung. Sementara Adit memilih iga gongso. Menu lain ada nasi ayam betutu, nasi ayam kedewatan, nasi bebek guling, bebek goreng tjampuhan, iga barbeque ala ubud, oseng sei asap sambal matah, nasi goreng sei asap, sate madura, dan juga sate plecing. Cemilannya bakwan jagung atau gimbal udang. Sementara untuk pilihan minum ada es leci, lemongrass, dan juga betacarrot.

”Untuk appetizernya kami siapkan canape, hidangan pembuka berukuran kecil dari daging bebek yang biasanya bisa dimakan dalam satu kali suapan alias one bite,” kata Gandhi, pria asal Mataram lulusan Teknik Informatika ITB. Tak kalah mengimpresi, buat dessertnya ada Pandan Suji Creme Caramel dalam cup kecil.

Hampir 40 kursi disiapkan di resto seukuran separuh lapangan bulutangkis itu. Chef terbaik penuh pengalaman didatangkan untuk menyiapkan segala sesuatunya detil dan selalu berusaha menyajikan menu terbaik. Semoga laris dan memberi berkah buat pekerja kantoran serta siapa saja yang mencari citarasa berkelas di kawasan lokasi bisnis utama di jantung Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.