The Proffesionals: Genre Perampokan Berencana ala Indonesia

Menyaksikan film ‘The Proffesionals’ dalam penerbangan Gaurda pulang-pergi Jakarta-Balikpapan. Boleh juga jalinan plot, suspense, dan endingnya.

Ternyata ini film produksi 10 tahun silam. Lakonnya Arifin Putra, Fachri Albar, Lukman Sardi dan kawan-kawan. Genrenya heist (perampokan berencana) seperti Ocean’s Eleven, Now You See Me, atau Mission: Impossible. Atau ‘Mencuri Raden Saleh’ di era lebih kekinian.

Film garapan sutradara Affandi Abdul Rachman ini berkisah tentang Abi (diperankan Fachri Albar), seorang pengusaha yang hidupnya hancur setelah dikhianati sahabat sekaligus rekan bisnisnya, Reza (Arifin Putra). Abi dijebloskan ke penjara melalui sebuah rekayasa dalam bisnis.

Setelah bebas, Abi tidak memilih balas dendam dengan kekerasan biasa. Ia membentuk sebuah tim berisi orang-orang dengan kemampuan khusus, antara lain Lukman Sardi -dengan penampilan fisik khususnya rambut dan cambang berbeda- sebagai Cokro, ahli mekanik dan pembobol sistem analog, Cornelio Sunny sebagai Ferry, pakar teknologi, Richard Kyle sebagai Jo, spesialis aksi lapangan, Melayu Nicole Hall sebagai Sophie, dan Imelda Therinne sebagai Nicole.

Misi mereka adalah mencuri sebuah dongle berisi seluruh rahasia bisnis ilegal Reza dari kantor superketat miliknya. Di sinilah unsur ‘heist’ alias perampokan menjadi inti cerita: menyusun strategi, membobol keamanan, hingga mengelabui lawan.

Film garapan MNC Pictures berdurasi  95 menit ini jadi menawan karena jarang ada film ‘heist’ Indonesia. Genre ini masih sangat sedikit di perfilman Indonesia. Karena itu, The Professionals menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding film aksi lokal pada masanya.

Selain itu, cast yang solid membuat chemistry antarpemain cukup kuat. Arifin Putra tampil meyakinkan sebagai antagonis yang dingin dan ambisius, sementara Lukman Sardi kembali menunjukkan kualitas aktingnya sebagai karakter yang berpengalaman dan karismatik.


Film ini tidak hanya mengandalkan baku tembak. Ada banyak adegan perencanaan, penyusupan, dan permainan kecerdikan, sehingga unsur strategi lebih dominan. Termasuk saat bagaimana Abi mencari cara agar bisa memiliki sidik jari Reza. Lewat cara mengelabui pura-pura merokok di ruangan eks sahabatnya itu.

Ada kekurangannya sih. Film ini juga punya beberapa kelemahan, misal alur kadang terasa terlalu cepat sehingga pengembangan karakter kurang mendalam. Selain itu, adegan aksi belum semulus film-film Hollywood; beberapa menggunakan kamera yang cukup bergoyang. Juga efek visual dan koreografi aksi masih terbatas oleh anggaran produksi. Pun ada beberapa dialog berbahasa Inggris yang menurut sebagian penonton terasa kurang natural.

Recommended, untuk menyimak bagaimana dendam pemain ekonomi kelas atas dan alur perampokan bertema laga serta skenario matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.