”Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Kejadian 50:20
Tidak semua peristiwa dalam hidup kita menyenangkan. Yusuf sudah mengalami semuanya. Dijual sebagai budak, difitnah, dipenjarakan, dilupakan oleh orang yang ditolongnya. Penderitaan yang panjang selama 13 tahun.
Tapi Yusuf melihat, tangan Tuhan bekerja dalam hidupnya. Allah berdaulat atas perjalanan hidup anak-anaknya.
Pertama, manusia merencanakan kejahatan tapi Allah berdaulat.
Tidak semua yang terjadi dalam hidup kita berasal dari Allah, tetapi tidak ada satu pun yang berada di luar kendaliNya.
Kedua, Allah dapat membuat luka menjadi berkat
Kejahatan tetap kejahatan. Tetap Allah tetap dapat menghasilkan yang baik dari kejahatan manusia. Penderitaan bisa jadi pembentukan karakter. Penjara menjadi jalan ke istana. Kadang kita bertanya, mengapa penderitaan ini harus kita alami? Itulah sarana pembentukan karakter kita, mendewasakan iman, dan meningkatkan kepekaan pada penderitaan orang lain.
Ketiga, Allah sedang mengerjakan pekerjaan lebih besar.

Dalam kasus Yesus, Allah sedang mempersiapkan pekerjaan untuk bangsa yang besar. Bagi Mesir, keluarganya, dan garis keturunan Mesias tetap dipertahankan.
Keempat, orang yang memahami bahwa Allah bekerja di balik suatu peristiwa, ia akan mampu mengampuni.
Yusuf melihat peristiwa ini dari sudut pandang Allah, sehingga ia melihat jauh ke depan: bangsa Israel dan keturunan besarnya.
Kalau kita hanya melihat peristiwa dari sudut manusia, akan dikuasai dalam kebencian dan kepahitan.
Beberapa pelajaran:
Ketika kita mengalami penderitaan karena rekayasa orang lain, percayalah bahwa Allah menyertai.
Percayalah bahwa Allah tetap memegang kendali.
Izinkan penderitaan membentuk iman dan karakter kita.
Kembangkan kasih dan pengampunan.
Selengkapnya di

