Promises Minggu Ini: Mari Belajar Percaya

Renungan dari Pendeta Didik Rochadi untuk mengantar aktivitas pekan ini: tujuan terbesar Tuhan bukan sekadar mengubah keadaan, tapi meningkatkan iman kita.

Dalam kasus meninggalnya Lazarus, Yesus nampak terlambat sekali. Namun, keterlambatan ini justru jadi ruang kelas pembelajaran bagi para murid agar belajar percaya.

Pertama, percaya, melalui penundaan Tuhan, ia ingin kita melihat mujizat yang jauh lebih besar sekaligus sebagai proses pendidikan iman. Seperti saat menunda perjalanan ke Yairus, maupun ketika meredakan angin ribut di kapal murid-murid.

Kedua, percaya berarti tetap mempercayaiNya ketika keadaan jauh dari harapan. Iman bukan berarti menolak kenyataan, tetapi iman sering bertumbuh, ketika semua andalan manusia hilang dan kita bersandar serta mengandalkan Tuhan.

Ketiga, percaya membuat kita melihat kemuliaan Allah. Kadang Tuhan mengizinkan perkara besar, agar semakin mengenal pribadiNya lagi.

Keempat, belajar percaya adalah proses seumur hirdup.Setiap masalah adalah sekolah iman, setiap air mata adalah pelajaran, dan setiap penantian adalah ruang kelas Tuhan. Tuhan lebih tertarik membentuk karakter iman kita, daripada sekadar meniadakan kesulitan. Iman dibentuk ketika doa belum dijawab, jalan belum terbuka dan kita mendeklarasikan tetap percaya pada Tuhan.

Kita bisa belajar bahwa penundaan Tuhan merupakan proses pendidikan iman kita. Selain itu, percaya berarti tetap berharap meski keadaan makin memburuk. Ia tak hanya ingin menyelesaikan masalah, tapi agar mengenal kemuliaanNya lebih dalam lagi.

Belajar percaya adalah proses seumur hidup bersama Tuhan. Selengkapnya di

Leave a Reply

Your email address will not be published.