Pesan di awal pekan ini menegaskan, kita hidup di zaman yang mengutamakan kemampuan manusia. Namun, ada berkat umum dan berkat khusus.
Anggapan bahwa kunci keberhasilan adalah pendidikan, kemampuan, pengalaman, koneksi dan kerja keras, tidak salah, tapi Yesus memberi pernyataan mengejutkan: ’Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa’.
Dari Yohanes 15:1-8 menguraikan bahwa ada berkat umum dan berkat khusus.
Ada berkat umum yakni kebaikan Allah yang dicurahkan bagi semua umat manusia, dan tak ada hubungannya dengan keselamatan. Seperti matahari, hujan, kecerdasan, bakat seni, dan lain-lain. Tapi, orang percaya memiliki berkat khusus, yakni kasih karunia yang dianugerahkan secara khusus beroleh hidup kekal seperti pembenaran, pengampunan dosa, kelahiran baru, jadi anak Allah, dan lain-lain.
Selain itu, ranting yang tidak berbuah dipotong, dan yang berbuah dibersihkannya. Relakah hidup kita dibentuk olehnya?
Di luar Tuhan, kita tak bisa berbuat apa-apa. Di luar Kristus, kita tak bisa menghasilkan buah rohani yang kekal dan berkenan padaNya. Harus tetap melekat pada Tuhan Yesus, setia dan taat kepadaNya.
Untuk itu, kita harus menghasilkan empat macam buah, yakni buah pertobatan, buah-buah Roh Kudus, buah kebenaran, dan terakhir yakni buah pelayanan. Sesederhana apapun kita, setinggi apapun kita, tak akan bisa berbuah jika tak setia dan taat pada Tuhan.
Mulailah hari dengan tinggal dalam Kristus.
Bersandar pada Tuhan, bukan pada kemampuan diri sendiri.
Terimalah proses pemangkasan dari Tuhan.
Ukur hasil dari buah, bukan dengan kesibukan.
Selengkapnya di:

