Kembali renungan awal pekan mengingatkan agar kita tak mengkhawatirkan hidup ini. Kekhawatiran merupakan beban yang paling sering membelenggu kehidupan manusia.
Kepada orang-orang miskin yang mengelilinginya di Galilea, Yesus menekankan agar manusia tidak khawatir. Ia membandingkan dengan mamon. Betapa rapuhnya manusia, yang bisa disesatkan oleh mamon.
Bagaimana mamon atau uang dapat menipu kita? Mamon menciptakan ilusi keamanan, kenyamanan, dan kemewahan. Tanpa kita sadari, Mamon telah menjadi tuan kita. Padahal, harta dan kekayaan itu fana sifatnya. Uang dan kekayaan bisa datang pergi kapan saja.
Sebaliknya, jika Allah menjadi tuan kita, penyertaan dan kehadiranNya memberi damai dalam hidup kita. Orientasi kita jangan keliru mengabdi pada Allah.
Kekhawatiran mencederai kuasaNya. Allah Bapa di Sorga tahu bahwa kita memerlukan semuanya. Kita tak perlu khawatir, karena Allah adalah Bapak yang peduli kebutuhan kita. Kita menghina Bapa di Sorga kalau tak mempercayai bahwa Ia Allah penyedia yang penuh dengan kasih.
Dua ilustrasi dari alam
Burung di udara dan bunga di padang jadi ilustrasi betapa Tuhan memeliharanya.
Kita tetap harus bekerja. Bapa yang Maha Memelihara menghidupi kita, sementara kekhawatiran tidak memelihara kita sama sekali. Apakah manfaat kekhawatiran? Kekhawatiran itu sia-sia dan tak dapat mengantisipasi masa depan.
Kekhawatiran tak pernah menyelesaikan masalah. Kekhawatiran merupakan ciri orang yang tak mengenal Allah.
Kerajaan Allah dan kebenaranNya ada pada Yesus itu sendiri. Utamakan kehendakNya terus-menerus selama kita hidup. Semua yang kita perlukan akan ditambahkan Tuhan.
Prioritaskan Tuhan dan kehendakNya.
Serahkan kekhawatiranmu kepadaNya dan ingatlah Ia memelihara kita.
Latihlah dirimu melihat pemeliharaan Allah dan bukan fokus pada. masalah.
Waspadai daya tarik mamon yang bisa mengubah orientasi hidup kita.
Selengkapnya di

