GMS Puri 23 Agustus: Doa Habakuk, Aman di tengah Ketidakpastian

Ibadah GMS Puri sepanjang 23 Agustus 2026 dilayani Pendeta Isabela Ardani dari Surabaya. Temanya masih tentang doa, yang menjadi topik besar GMS bulan Agustus.

Lima tema doa itu yakni: Doa Yabes, Bukan sekedar berkat, tapi perlebar kapasitas. Doa Habakuk, Aman di tengah Ketidakpastian. Doa Orang Farisi dan Pemungut Cukai, Benar salahnya kita di hadapan Allah. Doa Elia, Rahasia doa yang penuh kuasa dan ibadah terakhir: Pengampunan untuk hal yang tak terlupakan.

Hadir di ibadah kedua, jam 11, Doa Habakuk, aman di tengah ketidakpastian.

”Doa menghasilkan perubahan perubahan dalam diri kita. Perubahan itu membuat Tuhan melakukan sesuatu yanag tidak akan dilakukan jika kita tidak berubah,” kata Bela

Dari Habakuk 3:17-19 dan juga Habakuk 1:2-4 dalam kondisi berbeda, Bela kemudan bertanya, ”Boleh ga sih kita mengeluh pada Tuhan?”

Boleh saja, tapi jangan kemudian jadi tukang komplain. Dalam segala hal, yang dilhat sealu lubang donatnya. Jadinya negatif, dan kehilangan alasan untuk bersyukur.

”Hidup jadi banyak tapinya,” lanjutnya.

Mengeluh memang boleh. Asal jangan semua dikeluhkan, sampai lupa bersyukur. Sebaliknya, kalau melarang mengeluh, sama seperti ’denial’, menyangkali realita.

”Tuhan tak mengajarkan kita untuk berpura-pura semua selalu baik. Memgakui sedang tidak baik-baik saja bukan sebuah kesalahan. Iman kristen mengajarkan kita tak boleh pura-pura,” katamya.

Bela juga mengingatkan, jangan terlalu membesarkan perasaan. Manusia sering berusaha membuat Tuhan masuk akal padahal akal manusia cuma segini.

Ditegaskan, bergumul tak salah. tapi dalam bergumul jangan ambil keputusan untuk meninggalkan Tuhan

“Ternyata cara Tuhan bekerja berbeda dengan ekspektasi kita bagaimana Tujan bekerja,” tegasnya.

Secara ringkas, tiga pasal Kitab Habakuk yakni bab satu bicara kondisi, bab kedua bicara posisi, bab tiga bicara ‘conviction’ atau keteguhan hati alias keyakinan iman.

“Apakah anda tahu di mana anda berdiri saat ini? Kita harus berkomitmen memegang janji Tuhan meski komdisinya tak mudah. Karena kerajaan Allah menuntut hati yang tak terbagi-bagi,” jelasnya.

Untuk menguatkan diri saat ada masalah, mulai dengan mengingat siapa Tuhan yang disembah yang dikenal, serta mengingat karya Allah yang telah dilakukan pada kita. Bukan memulai dari masalah.

”Tuhan setia bukan karena seberapa baik kita, tapi karena Ia Allah yang memegang perjanjian. Ingat semua kebaikan Tuhan. Ini semua bukan karena kita layak tapi karena Ia sudah berjanji,” tegasnya.

Bela mengakhiri kotbah dengan Deklarasi Iman dari Roma 12:12, ”Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Tiga poin utama dari Kotbah Doa Habakuk, Aman di Tengah Ketidakpastian: 

Pertama, mengakui kondisi sedang tidak baik-baik saja bukanlah kesalahan, tetapi respon kitalah yeng menentukan.

Kedua, ambillah posisi dan berdiri di sisi kebenaran dengan sepenuh hati. Jangan dengan hati yang terbagi.

Ketiga, teguhkan hati karena Tuhan itu setia dan pasti menepati janji-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.