Promises 21 September: Apa yang Kau Kehendai Aku Perbuat Bagimu?

Tuhan Yesus bertanya kepada orang buta yang akan disembuhkan. Iman Bartimeus menyembuhkannya.

Banyak orang melihat Yesus sebagai tokoh yang melampaui para filosof. Seorang guru agama, nabi, hingga pembuat mujizat. Namun, ada yang secara fisik tak bisa melihat, tapi mampu melihat yang tak dilihat orang lain.

Beberapa pelajaran dari kisah Bartimeus, sang pengemis buta ini:

Iman tidak diam saat mendengar Yesus lewat. Ketika Bartimeus buta mendengar Yesus lewat, ia bertindak, memanggil Yesus. Ini merupakan pengakuan imannya, bahwa Yesus adalah Mesia yang dijanjikan.

Iman tidak dimulai dari melihat masa depan kita. Iman dimulai dengan siapa yang memimpin kita ke depan. Meskipun kita belum melihat pertolongan Tuhan, tapi kita tahu kepada siapa kita percaya.

Iman mengatasi rintangan. Bartimeus tetap gigih, meski banyak orang terganggu dengan teriakannya. Iman sejati mampu mengatasi rintangan sebesar apapun yang ada di depan kita.

Tuhan menginginkan doa yang spesifik. Yesus tidak pernah terlalu sibuk untuk mendengarkan jeritan seseorang yang membutuhkanNya. Hampirilah dia, ceritakan beban, pergumulan dan harapan padaNya.

Ketika kita berdoa spesifik, kita tahu doa kita dikabulkan atau tidak. Semua jiwa manusia berharga di mata Tuhan.

Hampiri Tuhan dengan penuh iman.

Mintalah dengan jelas dan spesifik.

Yakinlah kita sudah menerimanya.

Berdoalah dengan berani sesuai pengenalan akan Tuhan.

Selengkapnya di

Leave a Reply

Your email address will not be published.