
Time Goes On, Like Father Like Son


"the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya.."

ITULAH ungkapan rasa terima kasih dalam bahasa Sunda. Yang artinya kurang lebih mengucapkan terima kasih kepada pelatih Persebaya Djajang Nurjaman.
Kawan saya itu benar. Sebelum Liga 1 bergulir, ia membeberkan semacam prediksi bursa pelatih yang dipecat pada gelaran kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Luciano Leandro. Benar. Didepak dari Persipura setelah lima match pertama gagal menang.
Continue reading “Hatur Nuhun, Kang Djanur!”
Hidup harus optimistis. Bagaimana mau sukses kalau tidak optimistis dan positif?
Orang bilang, tim kami tidak beli pemain baru.
Orang bilang, gaya main tim kami itu-itu saja.
Continue reading “Sambut Musim Baru dengan Optimisme”
Nabi Sulaiman alias Raja Salomo seharusnya hadir di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Senin malam, 29 Juli 2019.
Laga lanjutan Liga 1 mempertemukan tim ‘Laskar Jaka Tingkir’ Persela Lamongan melawan tamunya, si ‘Pesut Etam’ Borneo FC. Masuk injury time. Tuan rumah unggul 2-1. Comeback setelah sempat tertinggal 0-1 dari gol Renan da Silva di menit ke-19.
Continue reading “Kebingungan di Surajaya, Menyoal Ketegasan Sang ‘Wakil Tuhan’ di Lapangan”

Sepuluh tahun silam, kita mungkin tak pernah bayangkan akan ada laga sepakbola antara tentara melawan polisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Ya, Liga 1, kompetisi paling atas di Indonesia, bukan PSAD vs POPS (kini menjadi PS Polda Jatim) di kompetisi internal Persebaya.
Ya, derby antar kesatuan, Bhayangkara FC versus PS Tira (Tentara Indonesia dan Rakyat) Persikabo tersaji di Liga 1 musim ini. Julukannya keren: ‘The Guardian’ melawan ‘The Army’. Continue reading “Menikmati dan Mencermati Laga Tentara vs Polisi”
Senang bisa berweekend sembari pulkam di Malang, kota pelajar yang lagi dingin-dinginnya. Rata-rata suhu sore sekitar 21 derajat Celcius, tentu saat tengah malam dan subuh semakin turun, mendekati musim semi di Eropa. (Saat ini aja Eropa lagi panas-panasnya!)
“If I sit here in four years, I am pretty confident we will have one title.”

Kalimat itu keluar dari mulut Jurgen Klopp, saat pria Jerman ini menandatangani kontrak pertama tiga tahunnya untuk Liverpool, Oktober 2015. Continue reading ” Liverpool, Juara dan Keajaiban Keajaiban Berpuasa Sekian Lama”
Kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia bersiap digelar. Menurut PT Liga Indonesia Baru (LIB), Liga 1 bakal berputar pada 15 Mei 2019, molor sepekan dari rencana sebelumnya 8 Mei 2019.

Sebagai sebuah ajang olahraga bertajuk ‘profesional’, tentu ada syarat dan standar yang harus dipenuhi. Maka, saat PT LIB mengajukan permohonan rekomendasi kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) –sebagai syarat agar perizinan event keluar dari pihak kepolisian kepada penyelenggara kegiatan- gerak cepat pun dilakukan. Continue reading “Menyongsong Liga 1 yang Bukan Kompetisi ‘Kaleng Kaleng’”
Josep ‘Pep’ Guardiola Sala diboyong oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, super miliarder yang juga Wakil Perdana Menteri Uni Arab Emirat, untuk satu tujuan utama: menjadikan mainannya, Manchester City, sebagai juara Liga Champions.
Manchester City kembali ke kasta tertinggi Premier League pada awal abad ke-21, setelah sempat tertatih-tatih di lembah kekelaman, terpuruk hingga level ketiga Liga Inggris. Pada 2008, musim cerah tiba saat Abu Dhabi United Group membeli klub berwarna biru langit itu senilai 210 juta poundsterling. Keluarga kerajaan Emirat mengambil alih Manchester City dari keluarga Thaksin Shinawatra yang mulai kelimpungan taring politik dan pundi-pundi bisnisnya di Thailand. Continue reading “Nama Lengkapnya Bukan Pep Guardiola Subianto”