Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020
PSSI menodai makna fair play, sebuah slogan yang selalu dikampanyekan dalam bendera FIFA setiap pertandingan akan berlangsung.
Apa lagi yang harus dikatakan saat Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman menggelar konferensi pers hasil verifikasi kandidat Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Executive PSSI yang akan dipilih dalam Kongres PSSI 26 Maret mendatang?
Track pemain asing LPI: Juan Dario Batalla dari Argentina (memperkuat Real Mataram), pernah memperkuat PSS Sleman bersama Gaston Castano. Berhati-hatilah cewek Yogya!
Banner pengobar semangat. Mungkin memang belum saatnya.
Apakah Anda termasuk orang yang mencintai isteri Anda, anak Anda, klub kesayangan Anda, artis pujaan Anda, organisasi Anda, atau obyek-obyek lainnya, hanya saat berada dalam kondisi menyenangkan saja? Lalu, apa yang terjadi ketika sayur yang dimasak isteri Anda ternyata kurang asin, ketika nilai raport anak Anda lebih banyak merahnya, ketika klub kegemaran Anda terperosok dalam prestasi buruk, ketika selebritas idola Anda masuk penjara, atau saat organisasi Anda terjerat konflik menyesakkan…
Presiden SBY saat mendukung timnas Indonesia melawan Filipina di Semifinal Piala AFF. Photo by Situs resmi kepresidenan.
Tinggal selangkah lagi tim nasional Indonesia akan mencatat sejarah sebagai Juara Piala AFF, sebuah prestasi yang belum pernah diraih sejak turnamen sepakbola antar negara Asia Tenggara ini digelar pada 1996 lalu.
Dalam partai semifinal kedua, Minggu (19/12) tadi malam, Firman Utina dan kawan-kawan kembali mengakhiri perlawanan Filipina 1-0 lewat gol tunggal Cristian Gonzales. Sebelumnya, pemain naturalisasi asal Uruguay ini jugalah yang mencetak kemenangan dengan skor serupa saat semifinal pertama yang juga digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (16/12) lalu.
Sudah lama jemaah Gelora Bung Karno tak pulang dengan muka gembira.
Sepakbola adalah pesta keluarga. Layaknya ke tempat ibadah bersama tanpa ketakutan.
Telah lama saya tak menyaksikan wajah-wajah sukacita keluar dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Beberapa tahun terakhir, pencinta sepakbola Indonesia kerap pulang dengan caci-maki dan gerutuan kesal. Usai keok dari Korea 0-1 di Piala Asia 2007, saya menyaksikan keributan antar pendukung tim Garuda di luar pelataran Senayan Trade Centre. Tentu, situasi emosional dan gampang naik darah usai nonton bola tak bisa lepas dari hasil buruk tim kesayangan di lapangan.
Stadion Gelora Bung Karno. Benar-benar bak kuali raksasa yang membakar hidup-hidup tim Malaysia.
Olahraga menjadi salah satu cara untuk mempersatukan bangsa, Dalam hal ini, sepakbola sukses merangkul hampir semua lapisan masyarakat, untuk bersama-sama berkumpul dalam tujuan serupa: mendukung tim kesayangan bersama.
Menu andalan kafe Persib. Sop buntut Maung Bandung.
Hampir lima bulan tak menyambangi Bandung, malam ini saya berpikir keras tatkala menghabiskan malam di kota yang bulan lalu berhari jadi ke-200 ini. Inilah Parijs van Java, wilayah tetirah warga ibukota yang identik dengan perempuan manis, pusat mode, pepohonan, bandrek, dan warna biru ini. Apalagi ya yang similar dengan kota bertinggi 768 meter di atas permukaan laut dan dihuni 2,3 juta jiwa ini?
Sudah lama saya tidak menikmati pertandingan sepakbola langsung di stadion, duduk di kursi penonton, bukan di tribun wartawan seperti yang selama ini saya nikmati. Sensasi duduk di bangku penonton memang berbeda, sampai-sampai seorang kawan virtual, Pangeran Siahaan berujar, “Menonton sepakbola dari bangku media itu sama seperti nonton bokep tanpa boleh bermasturbasi dan tak boleh bersuara.”