Sebastian Hugo, namanya. Tinggal di Serpong. Semalam berjumpa di lorong menuju Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Ia bermain biola, menghibur dan mencari sekadar recehan dari penumpang Kereta Rel Listrik.
Teringat dua pengamen lain, dengan dua instrumen musik berbeda. Seorang ibu tua bermain keyboard di terowongan bawah tanah Stasiun Park Kultury di Moskow. Dan seorang anak muda membunyikan saxophone di Maroochydore, Australia. Continue reading “Layaknya Luar Negeri”


Kawasan konservasi seluas 22 hektar ini menjanjikan kesejukan di tengah panasnya kota. Kayu ulin menghampar sebagai jembatan mengunjungi sahabat-sahabat kita, nasalis larvatus, alias monyet hidung panjang yang menjadi ikon pariwisata Kota Tarakan. 