Kuliah lagi, buat apa lagi?

Kuliah lagi di kampus megah. bukan buat gagah-gagahan.

Tak semua orang berpikir sama dan sebangun saat saya mengutarakan niat untuk kuliah lagi. Ibarat “testing the water”, saya lemparkan rencana mendaftar Program Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana, mengambil Magister Ilmu Komunikasi kelas karyawan (kuliah akhir pekan), dengan konsentrasi peminatan “Corporate Communication”.

Di antara pendapat yang tak sepakat terucap kalimat miring, “Ah, cuma nghambur-hamburin duit aja.” Selebihnya berujar, “Tega sekali kuliah di hari Minggu,” menggarisbawahi pengorbanan untuk keluar rumah di slot waktu yang sebenarnya untuk ibadah dan keluarga.

Dan sore tadi, keinginan itu telah menjadi keputusan yang termeteraikan. Bersama 294 orang lain, saya mengikuti prosesi pembukaan Program Kelas Karyawan Angkatan XVII di Kampus Meruya, Jakarta Barat. Di antara mahasiswa baru kelas khusus ini, 66 kepala di antaranya mengambil Program Magister Ilmu Komunikasi, menunjukkan tingginya minat di bidang keilmuan ini.

Continue reading “Kuliah lagi, buat apa lagi?”

Tujuh hari setelah kematian Ridwan…

seribu lilin untuk kematian jurnalis

Tak ada seorang manusia pun yang bercita-cita meninggal saat menjalankan pekerjaannya. Tapi di Indonesia, kematian menimpa jurnalis yang sedang bertugas seperti menjadi sebuah keniscayaan. Di antara nisan-nisan itu, ada nama Fuad Muhammad ‘Udin’ Syafruddin (Yogyakarta, 1996), Elyuddin Telembanua (Nias, 2005), Herliyanto (Probolinggo, 2006), Anak Agung Prabangsa (Bali, 2009), Ardhiansyah Matra’is (Merauke, 2010) dan Ridwan Salamun (Tual, 2010).

Berharap nama dan angka itu menjadi statistik belaka, Jum’at malam (27/8) di Mabes Polri Jakarta, puluhan jurnalis dan aktivis yang menamakan diri Komite Perlindungan Terhadap Jurnalis (Kompres) menggelar refleksi 7 hari meninggalnya Ridwan Salamun. Ridwan, 28 tahun, kontributor Sun TV (MNC Grup) wafat dengan luka bacok saat meliput bentrok antar warga di Kompleks Banda Eli dan Dusun Mangun, Desa Fiditan, Tual, Maluku Tenggara, 21 Agustus lalu. Ridwan berpulang, meninggalkan istri tercinta, Nurfi Saoda Toisuta dan anaknya yang masih berumur 3 tahun, M. Rizky Zaky.

Continue reading “Tujuh hari setelah kematian Ridwan…”

Menguji skripsi, memainkan teori dan empati

Diuji dan menguji skripsi. apa bedanya?

Kampus Fisip Unair, Dharmawangsa, 23 Juli 2002, tak lama setelah Final Piala Dunia di Jepang-Korea, saya seperti menjadi pesakitan saat duduk di kursi sidang skripsi. Tujuh tahun perjalanan saya sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga dipertaruhkan dalam waktu tak sampai 90 menit. Waktu yang sama yang dibutuhkan Ronaldo Luís Nazário de Lima untuk mengklaim gelar juara Piala Dunia kelima Brasil, dengan membungkam Jerman 2-0 di final, beberapa pekan sebelumnya di International Stadium Yokohama.

Continue reading “Menguji skripsi, memainkan teori dan empati”

Ruang publik atau ruang privat?

Ada adegan menarik di frame terakhir berita tentang petugas kebersihan yang tewas terjepit lift di Gedung Bank Mega, kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Berita yang tayang di Headline News Metro TV Minggu (22/8). siang hari dan tengah malam itu menampilkan cuplikan pertikaian antara satuan pengamanan Bank Mega dengan para jurnalis televisi yang hendak masuk mengabadikan peristiwa naas ini. Kira-kira cuplikan percakapannya seperti ini:

Satpam : Ini kawasan saya

Wartawan : Ini wilayah umum

Satpam : Ada izinnya nggak?

Wartawan : Ayo kita ke polsek sekarang, ini umum, ini umum, coy. Jangan marah-marah…

Ini tentu sebuah topik yang menarik, siapa yang benar di antara kedua pihak itu? Satpam Bank Mega, yang mati-matian mencoba melindungi pelataran kantornya agar berita tragis tak tersiar ke mana-mana, atau kontributor tv yang ngotot masuk ke halaman Bank Mega agar kejadian itu dapat diketahui publik dan masyarakat mendapat pelajaran dari kecerobohan sebuah fasilitas pelayanan publik?

Continue reading “Ruang publik atau ruang privat?”

Bulan puasa dan religiusitas siaran teve

Deddy Mizwar: Sinetron Para Pencari Tuhan lebih impresif daripada ceramah di masjid.

Sinetron stripping garapan Deddy Mizwar yang hanya muncul pas ramadhan, “Para Pencari Tuhan”, ternyata pernah menuai masalah. Tahun lalu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melayangkan surat teguran kepada stasiun televisi Surya Citra Televisi Indonesia yang menayangkan sinetron Para Pencari Tuhan. “Ada tayangan pelecehan terhadap Tuhan, tidak mendidik, dan sangat membahayakan perilaku anak-anak dalam sinetron tersebut,” kata Kepala Divisi Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Zainal Abidin Petir dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Tempo Interaktif.

KPID Jawa Tengah menilai, SCTV telah melakukan pelanggaran pada sinetron ”Para Pencari Tuhan” dimana sang pemeran Ketua Rukun Warga, Idrus, selalu mengumpat dengan kata-kata ”Wesus” (bahasa Jawa, berarti kambing). Zainal menyatakan, ada adegan Idrus mengumpat setelah doa yang dipanjatkan kepada Allah tidak dikabulkan. ”Masak Tuhan diumpat dengan kata-kata-kata wedus,” kata Zainal. Tayangan itu ditemukan pada Kamis, 27 Agustus 2009, sekitar pukul 18.00.

Continue reading “Bulan puasa dan religiusitas siaran teve”

Pernikahan kami, setelah empat revolusi…

terus bersyukur, terus membutuhkan keberuntungan

Kalau Anda membaca blog ini pada 19 Agustus 2010, maka pada tanggal yang sama, empat tahun silam, kami –saya dan Celi, isteri saya, tengah berdebar menjalani sebuah ritual penting dalam kehidupan bernama pernikahan. Sabtu itu ada dua ritual. Satu ritual keagamaan, di kapel Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta, dan satu lagi, bakda tengah hari, jamuan untuk kerabat dan teman di Wisma Kagama, Universitas Gajah Mada.

Kini, empat revolusi telah berlalu. Sebagaimana bumi mengitari matahari berevolusi dalam setahun, kami telah empat kali mengelilingi sang surya. Bersama-sama. Kini bahkan dunia menjadi ramai dengan teriakan-teriakan Mikhael Einzel Raharjo, “orang ketiga” dalam perjalanan kami yang hadir sejak 14 November 2007. Einzel yang sama, yang Selasa malam kemarin meniup “lilin” perayaan kami di sebuah warung saji di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Continue reading “Pernikahan kami, setelah empat revolusi…”

Liga Inggris bergulir lagi, selamat datang hiburan rakyat…

Pendukung setia Liverpool. Lega atas kepastian tayangan gratis BPL.

Partai tanpa gol di White Hart Lane antara Totenham Hotspurs menjamu Manchester City pada Sabtu (14/8) menandai bergulirnya Barclays Premier League 2010/2011.

Sampai saat ini, Liga Inggris, -selanjutnya kita sebut dengan BPL- masih dipandang sebagai liga yang paling ditunggu di seluruh dunia, termasuk di antara jutaan penggila bola di Indonesia. Mengapa? Entahlah. Sudah 44 tahun Inggris tak mampu mencapai final Piala Dunia sejak mereka juara saat menjadi tuan rumah 1966. Ini liga paling bergengsi sedunia? Ah, masak.. Bintang Liga Inggris asal Portugal Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, kini memegang rekor sebagai pemain termahal dunia dengan rekor transfer 80 juta poundsterling justru saat pindah ke Liga Spanyol pada musim 2009/2010. Rekor-rekor dunia sebelumnya juga bukan dipegang pemain yang pindah ke BPL, yakni Luis Figo (dari Barcelona ke Real Madrid, 2000) dan Zinedine Zidane (dari Juventus ke Madrid, 2001).

Continue reading “Liga Inggris bergulir lagi, selamat datang hiburan rakyat…”

DVD, doorprize, media relations…

Ini sebuah kisah tentang hadiah dalam sebuah peliputan -lazim disebut sebagai doorprize- yang dilakukan sebagai bentuk media relations sebuah konsultan komunikasi terhadap para jurnalis.

# Acara Kampanye “Waspada Penipuan Undian Berhadiah” bersama Mensos Salim Segaf Al Jufrie, yang berujung dengan pembagian 16 door prize pada wartawan.

Senin lalu (9/8) antara jam 10.00-12.00 WIB, saya menghadiri jumpa pers kampanye “Waspada Penipuan Undian Berhadiah” di kantor Kementerian Sosial Salemba, yang digelar Kemsos bersama 12 perusahaan lain seperti PT Pos, Kraft, Santos Jaya Abadi, Unilever, BNI 46, Nestle, Frisian Flag, Kao, Garuda Food dan Sari Husada. Event organizer sekaligus pengundang acara ini yakni Radityo Djajoeri, yang selama ini dikenal sebagai administrator milis mediacare@yahoogroups.com

Continue reading “DVD, doorprize, media relations…”

Tekad Perubahan Sepakbola Indonesia

Para wartawan senior berada di balik buku reformasi sepakbola yang digagas Arifin Panigoro.

Di lantai 28 Gedung Energi, kawasan bisnis Sudirman, Kamis (5/8), sebuah buku diluncurkan dalam suasana semarak. Kemewahan terlihat, selain dari lokasi acara di jantung Jakarta, juga dari desain acara yang teratur, dan ketatnya pengamanan menuju lokasi pertemuan. “Iya dong, jangan sampai ada preman Nurdin Halid masuk, seperti saat peristiwa Kongres Sepakbola Nasional di Malang,” kata Yon Moeis, wartawan olahraga Tempo yang menyampaikan undangan menghadiri acara itu. Panitia acara ini, para jurnalis olahraga senior dan juga staf humas Grup Medco, menyambut tamu dalam balutan jersey merah, kostum timnas sepakbola Indonesia.

Continue reading “Tekad Perubahan Sepakbola Indonesia”