Intrik dan Inspirasi di balik Facebook

Adegan Mark Zuckerberg menghadiri rapat bisnis penting dengan investor yang siap menyuntikkan dana untuk Facebook.

Kini, nyaris tidak ada orang berpendidikan yang tidak memiliki akun facebook, karena facebook dianggap sebagai tanda “eksistensi diri”. Tapi bagaimana sebenarnya ide kreatif di balik inovasi jejaring sosial terpopuler di dunia ini? Film “The Social Network” yang diputar pekan depan akan menjadi jawabnya.

Continue reading “Intrik dan Inspirasi di balik Facebook”

Film yang menyadarkan pentingnya arti keluarga…

Life as we know it. Betapa anak menjadi pemersatu keluarga.

”Life as we know it”, Ini sebuah film komedi romantis, yang pekan ini mulai ditayangkan di seluruh bioskop diseluruh Indonesia. Saya menyaksikan film ini –”untuk singkatnya kita sebut saja ”Life”- dalam premier khusus wartawan, di Djakarta Teater.

Disutradarai Greg Berlanti, ”Life” mengisahkan Holly Berenson yang diperankan Katherine Heigl dan Eric Messer dimainkan oleh Josh Duhamel. Holly seorang pengusaha kedai roti, sementara Eric menjadi produser siaran olahraga basket di Amerika.

Continue reading “Film yang menyadarkan pentingnya arti keluarga…”

Dewan Pers: Sekarang terserah redaksi SCTV

Wakil Ketua Dewan Pers Bambang Harymurti, Ketua KPI Dadang Rahmat Hidayat, dan Pemimpin Redaksi SCTV Don Bosco Selamun. Foto: Dok. Ezki Suyanto

Dewan Pers memenuhi janjinya untuk memediasi kasus gagal tayangnya Program Investigasi Sigi SCTV bertajuk ”Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara”. Selama dua hari-hari berturut-turut, Dewan Pers meminta keterangan Pemimpin Redaksi SCTV Don Bosco Selamun (21/10) dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar (22/10). Seperti diberitakan sebelumnya, program Sigi yang mengungkap bisnis seks di penjara itu gagal ditayangkan diduga karena intervensi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada redaksi SCTV.

Continue reading “Dewan Pers: Sekarang terserah redaksi SCTV”

Jendela Singapura bernama Bintan

 

Pembukaan Tour de Bintan di Simpang Lagoi, Bintan. Jadi hiburan masyarakat.

 

Apa bedanya modus turis mancanegara dan wisataman domestik dalam berwisata? “Orang Indonesia itu, misalnya waktu rekreasinya 24 jam, kalau bisa dia di hotel 4 jam, sementara yang 20 jam jalan-jalan. Beda dengan turis asing, mereka rekreasi untuk mencari ketenangan. Kalau bisa, 24 jam di hotel atau sekitar penginapan saja,” kata Aji, seorang pengusaha penyewaan mobil, rekan seperjalanan dalam ferry dari Batam menuju Bintan.

Continue reading “Jendela Singapura bernama Bintan”

Menghantam Batam

 

Bandara Hang Nadim, pintu gerbang utama Batam. Foto dua tahun silam, akhir 2008.

 

Jum’at, 15 Oktober 2010 tercatat sebagai perjalanan kedua saya menghantamkan kaki di Pulau Batam. Yang pertama akhir 2008, saat menyambangi koresponden CVC di kota berpenduduk sejuta jiwa itu. Hari ini, jejak sepatu kets saya kembali tertera di bandar udara Hang Nadim, meski hanya numpang lewat. Berbeda dengan dua tahun silam yang sempat main-main ke Nagoya -pusat kota Batam- kali ini saya hanya mampir bandara, untuk melanjutkan perjalanan ke pelabuhan penyeberangan Telaga Punggur.

Continue reading “Menghantam Batam”

AJI Jakarta sesalkan intervensi pemerintah dan pemilik modal atas redaksi Liputan 6 SCTV

Sigi tersandera, masyarakat dirugikan. Intervensi ruang redaksi melanggar kebebasan pers.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyesalkan pelarangan penayangan program investigasi “Sigi” berjudul “Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara” yang disiapkan Redaksi Liputan 6 SCTV untuk ditayangkan pada Rabu (13/10) pukul 23.00 WIB . Program itu gagal tayang menyusul intervensi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang dipimpin politikus Partai Amanat Nasional, Patrialis Akbar, dan manajemen SCTV yang dipimpin Fofo Suriaatmadja.
Continue reading “AJI Jakarta sesalkan intervensi pemerintah dan pemilik modal atas redaksi Liputan 6 SCTV”

Perkenalkan: Jojo dan Sinta endorser KB

 

Cuplikan adegan Jojo-Sinta dalam iklan Genre BKKBN. Ogah kawin muda.

 

Berapa umur Jojo dan Sinta sehingga mereka memutuskan ikut Keluarga Berencana? Tidak usah dipikirkan jawabnya, tapi percaya atau tidak, mereka kini menjadi ikon KB, dalam sebuah iklan keluaran BKKBN, badan yang mengurusi perencanaan keluarga di Indonesia. Duet ‘mendadak tenar’ ini tampil di layar kaca untuk mengingatkan potret keluarga muda yang gagal dalam membina keluarga, akibat membangun rumah-tangga tanpa perencanaan. Sudah pernah lihat tayangannya, kan seperti tertaut di sini, kan…

Continue reading “Perkenalkan: Jojo dan Sinta endorser KB”

Hope: Harapan untuk Indonesia

Pandji, salah seorang penutur dalam "Hope"

Ini film dokumentar keempat yang dibuat sutradara muda Andibachtiar Yusuf dalam bendera Bogalakon Pictures. Sebelumnya Ucup –begitu sapaan penggila bola yang lulusan jurnalistik Universitas Padjajaran ini akrab disapa- telah melahirkan The Jak (2007), The Conductors (2008) dan Romeo Juliet (2009). Rencananya, Hope akan diputar perdana pada Jakarta Internasional Film Festival (JIFFEST) Desember mendatang.

“Indonesia akan begini-begini aja kalo loe cuma bisa protes,” kalimat dari Pandji Pragiwaksono, presenter yang juga dikenal sebagai penyanyi hip-hop itu seperti menjadi kata kunci film berdurasi 76 menit ini.

Continue reading “Hope: Harapan untuk Indonesia”

“Sepakbola adalah agama saya…”

Di Inggris sudah biasa orang mengakui “football” sebagai agama mereka

Mengunjungi Stadion Arena, markas Ajax Amsterdam. Salah satu kiblat sepakbola Eropa.

Rasanya tidak ada hal lain, di luar agama, yang mampu menyatukan sekelompok manusia dibandingkan fanatisme terhadap tim sepakbola. Itulah yang kita lihat dalam gemerlap pesta bola di Afrika Selatan sepanjang 11 Juni hingga 11 Juli ini.

Sepakbola memang bak punya kuasa magis untuk menimbulkan passion alias gairah tersendiri. Bill Shankly, salah seorang manajer tersukses di Liga Inggris, pernah berkata, “Some people think football is a matter of life and death. I assure you, it’s much more serious than that.”

Continue reading ““Sepakbola adalah agama saya…””

Relawan FPI Tidur di Kuburan

FPITEMPO Interaktif, Jakarta:Front Pembela Islam (FPI) selama ini dikenal sebagai perusak tempat-tempat hiburan yang buka saat bulan puasa. Atau penggerebek tempat-tempat judi. Namun, karena tindakannya dianggap berlebihan, serta melampaui kewenangan, yang datang justru kecaman.

Dalam peristiwa bencana tsunami di Aceh, FPI justru membuahkan hasil yang menggembirakan. Relawan FPI-lah yang menemukan mayat, Jurubicara Polda Aceh, Sayed Husaini, padahal selama ini FPI sering berseberangan dengan polisi. Di Aceh, FPI juga tidak terdengar bentrok dengan relawan lain, baiki sipil, militer maupun asing.

Continue reading “Relawan FPI Tidur di Kuburan”