Terimakasih, KompasTV

newsroomDari waktu ke waktu kita sebagai manusia kerap dihadapkan pada pilihan sulit. Meski demikian kita harus memilih dan mengambil keputusan. Hari ini setelah melalui serangkaian pembahasan dan permenungan, izinkan saya mengucap pamit dari kantor ini.

Terimakasih untuk 43 bulan di KompasTV. Dari meja koordinator peliputan nasional (menjadi korlip kedua KompasTV setelah Haris Mahardiansyah adalah sebuah kehormatan tersendiri), koordinator peliputan daerah, dan dua tahun terakhir di produser dialog.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=4sER-77dXoU]

Terimakasih untuk seluruh manajemen, kawan-kawan produser, korlip, korda, korlive, reporter, campers, kontributor, editor, desainer,  sekretaris redaksi, guestbooker, driver, messenger, OB & CS, security… semuanya

Sebuah kebanggaan besar bisa bergabung dengan KompasTV selama lebih dari tiga tahun. Saya merasa bakal sulit menjelaskan kepada anak saya bagaimana kondisi ayahnya setelah melepas seragam KompasTV.

Terutama kepada Gabriella Kirana, yang baru saja merayakan ulangtahun ketiga. Ini anak yang lahir saat saya menjadi korda KompasTV. Anak yang luar biasa. Lahir dengan celah langit-langit, tapi kini,  Puji Tuhan, pintar berceloteh seolah tak pernah ada masalah kelainan saat lahir.

Setiap melihat televisi, ada presenter maupun reporter berseragam hitam-putih, Kira selalu menunjuk dan berseru, “Itu teman ayah, Kompas Tipi…”

Tak cukup dijawab sekilas, “Iya, itu teman ayah..” Kira selalu mencecar, “Siapa namanya?”

Oh itu om Iyos, om Riga, om Timmy, om Aiman, om Radi, om Teuku, om Aos, om Riko, om Ajay, om Alvin, om Fajri, om Zeki, om Feliciano, om Akbar, Tante Okky, Tante Karin, Tante Dian, Tante Denta, Tante Nitia, Tante Frisca, Tante Audrey, Tante Nina, Tante Lista, Tante Maria, Tante Gita, Tante Livi, Tante Dine, Tante Mercy, Tante Woro dan lain-lain…

Dan, suatu kali ia merajuk ingin memakai baju KompasTV ayahnya gara-gara melihat promo lomba presenter berita cilik di acara Bamboozle KompasTV.

Anak-anak saya bangga ayahnya pernah bekerja di KompasTV. Seperti ayahnya juga tak pernah mengira bisa menjadi bagian dari kapal besar ini.

Selamat terus berlayar, sukses mengarungi angin yang lebih kencang di 2015 dan seterusnya.

Salam hormat,

Agustinus Eko “Jojo” Raharjo

lelaki kecil dalam kurun waktu berlalu….

0 Replies to “Terimakasih, KompasTV”

  1. Selamat mas Joo,sudah memiliki sebuah keberanian untuk menentukan arus hidup dan masa depan.
    all the best for you…

    “personal yg selalu gemar menyapa rekannya dan selalu bs jd kebanggaan”
    Gob Bless…

    -aos-

    1. Percaya atau tidak, saat membaca komen Bang Ucok ini, saya sedang di kantor baru, CNN Indonesia, menyimak Majalah Tempo edisi ‘Fakta Munir’ dan di dalamnya ada kisah Bang Ucok ke Belanda menjemput jenazah Cak Munir pada 2004. Salut perjuangannya, Bang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *