Selamat, Kompas TV!

Selamat, Kompas TV bermetamorfosis menjadi televisi berita!

ktvJAKARTA, KOMPAS.com — Setelah lima tahun berkiprah di dunia penyiaran, Kompas TV akhirnya meneguhkan posisinya sebagai televisi berita. Pengukuhan ini dirayakan dalam pergelaran Kompas TV, Suara Indonesia, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (28/1/2016). Acara ini disiarkan langsung pukul 19.30-21.30.

Kompas TV mencoba memaknai perubahan bersejarah ini dengan mengambil slogan khusus, “Suara Indonesia”. Hal ini diwujudkan dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menginspirasi, membuka jalan, memberikan perubahan, dan membuat pergerakan di Indonesia.

Continue reading “Selamat, Kompas TV!”

Di Balik Layar Produser Dialog: Bersahabat dengan Pejabat

Dua tahun berkutat menjadi produser dialog KompasTV, banyak cerita bisa dibagi. Ini tentang bagaimana saat seorang produser dialog memiliki akses khusus dengan pejabat. Tapi, bukan berarti status lekat lantas menjadikan jurnalis tak kritis setelah dekat.

Makan siang bersama Ahok. Membicarakan Jakarta tanpa terekam.
Makan siang bersama Ahok. Membicarakan Jakarta tanpa terekam.

Bayangkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdiri ke tempat kita duduk, lalu memotret kode barcode PIN (Personal Identification Number) telepon pintar kita. Itulah cara Ahok menambahkan orang lain sebagai jaringan teman dalam grup percakapan Blackberry-nya. “Begini saja lebih mudah, langsung terkoneksi kita. Daripada add PIN secara manual, nanti malah pending terus,” ungkap Gubernur DKI Jakarta itu.

Continue reading “Di Balik Layar Produser Dialog: Bersahabat dengan Pejabat”

Di Balik Layar Produser Dialog: Manajemen Pembatalan Narasumber, 6 SKS

Dua tahun berkutat menjadi produser dialog KompasTV, banyak cerita bisa dibagi. Ini tentang bagaimana saat seorang produser dialog harus memberitahukan kepada narasumber penting yang sebenarnya sudah deal, bahwa sang tamu tak jadi tampil di televisi.

debatSeorang senior di dunia produser dialog alias guestbooker, ibarat belajar di kampus, mata kuliah manajemen pembatalan narasumber memiliki tantangan, nilai, sekaligus bobot poin amat tinggi, yakni mencapai 6 SK. Bab satu ini masuk kategori tingkat kesulitan tinggi, karena mempertaruhkan hubungan baik kantor dan kedekatan personal, reputasi, serta keahlian lobby bagaimana berhadapan dengan tokoh besar, tanpa membuatnya tersinggung. Tak salah, kalau sukses, nilai yang diraih pun cukup tinggi.

Continue reading “Di Balik Layar Produser Dialog: Manajemen Pembatalan Narasumber, 6 SKS”

Di Balik Layar Produser Dialog: Legenda Sepakbola Itu Menjadi ‘Pilot’

Dua tahun berkutat menjadi produser dialog KompasTV, banyak cerita bisa dibagi. Ini tentang bagaimana kisah menemukan seorang legenda sepakbola Indonesia yang kini berprofesi sebagai …

Sang legenda lapangan sepakbola Alexander Pulalo. Di depan stadion yang membesarkannya.
Sang legenda lapangan sepakbola Alexander Pulalo. Di depan stadion yang membesarkannya.

Menjadi jurnalis, banyak cara untuk menemukan sebuah informasi menarik. Bisa dari riset serius, menghadapi komputer dengan jaringan internet selama berjam-jam, mencermati tumpukan kliping koran segunung, atau dengan cara santai, sambil berbaring memainkan telepon pintar.

Contoh kasus kedua saya dapat saat iseng bermain twitter. Ketika itu timnas U-19 sedang menjadi bahan pembicaraan pencinta bola, usai menjadi juara Piala AFF di Sidoarjo dan menghadapi kualifikasi Piala Asia di Jakarta. Teringat Evan Dimas dkk, teringat pula nama timnas Primavera di era 1990-an. Saya twit siapa saja ‘alumnus’ Primavera, dan bagaimana nasib pemain-pemain itu saat ini.

Continue reading “Di Balik Layar Produser Dialog: Legenda Sepakbola Itu Menjadi ‘Pilot’”

Di Balik Layar Produser Dialog: Mengejar Si Brewok

Dua tahun berkutat menjadi produser dialog KompasTV, banyak cerita bisa dibagi. Ini tentang bagaimana mengejar dan merayu narasumber kelas berat agar bersedia tampil di dialog live.

Surya Paloh dalam persiapan wawancara live Kompas Petang bulan lalu. Menghadapi narasumber berkharisma.
Surya Paloh dalam persiapan wawancara live Kompas Petang. Menghadapi narasumber berkharisma.

Pernah menyandang status sebagai jurnalis Tempo, hal-hal yang terwarisi yakni bagaimana “kegigihan” sebagai salah satu kiat menembus narasumber. Teringat Oktober 2005, dalam training orientasi calon reporter Tempo, Pemimpin Redaksi Koran Tempo saat itu, Toriq Hadad mengisahkan bagaimana harus berjam-jam, berhari-hari, menunggu di depan rumah mantan wakil presiden Try Soetrisno agar bisa mendapatkan kutipan pernyataannya sebagai salah satu orang yang dicari terkait sebuah isu saat itu. Penegasan yang sama disampaikan pembicara lain pelatihan, Nezar Patria dan Rommy Fibri: tekunlah mengejar narasumber. Tunggu di depan rumahnya. Telepon dan kirim pesan pendek sebanyak mungkin, sampai dia bosan dan akhirnya membuka pintu, mengangkat atau menjawab pesan itu. Zaman belum semudah sekarang, belum ada Aplikasi Whats App atau Blackberry Messenger.

Continue reading “Di Balik Layar Produser Dialog: Mengejar Si Brewok”

Bedah Feature: Membuat Cerita Kuliner Hingga Liur Tertetes

Butuh trick tertentu membuat feature tentang makanan. Show, don’t tell!

Kali ini kita bahas feature kuliner bertajuk ‘Gurame Rujak’ yang juga sudah tayang di Kompas TV. Karya jurnalis televisi Ari Himawan Sarono dari Tegal inipanjangnya tak sampai 2 menit, tapi dalam paket itu tergambar semua visual dan cerita yang diperlukan. Ada SOT/soundbyte wawancara pemilik rumah makan di jalur utama Pantai Utara, juga testimoni pelanggan.

Continue reading “Bedah Feature: Membuat Cerita Kuliner Hingga Liur Tertetes”

Setahun Mengawal Segmen Dialog

Menikmati hidup dimulai dari bagaimana Anda menikmati pekerjaan.

Bersama Ahok, 'pendekar kungfu' ibukota. Berjuang mencari akses ke orang-orang penting.
Bersama Ahok, ‘pendekar kungfu’ ibukota. Berjuang mencari akses ke orang-orang penting.

Dalam menempuh perjalanan karir lebih dari 2,5 tahun di KompasTv, mungkin saya termasuk orang yang beruntung. Baru berkenalan dengan dunia televisi, setidaknya saya telah mengecap tiga meja berbeda. Setengah tahun pertama menjadi korlip, koordinator peliputan yang menaungi pemberitaan di Jakarta dan sekitarnya. Masuk 2012, saya berada di pos koordinator peliputan daerah, berkomunikasi dengan kontributor dari Banda Aceh sampai Timika. Dan, setahun terakhir, saya bergeser di posisi produser dialog, mengurus hal ikhwal tema dan narasumber untuk segmen dialog di program Kompas Pagi, Kompas Petang, dan kini terfokus di Kompas Malam.

Menjadi produser dialog, garda terdepan yang berurusan dengan tamu alias narasumber, memiliki beberapa tuntutan.

Continue reading “Setahun Mengawal Segmen Dialog”

Jam Tangan untuk Cuci Uang?

Tayang di Kompas Malam Kompas TV, 17 September 2013

((PKG))

BAGI KALANGAN TERTENTU/ MEMBELI ARLOJI MAHAL DAN MEWAH BAK SEBUAH INVESTASI// BAGAIMANA TIDAK/ SEBUAH ARLOJI SAJA MEMILIKI HARGAYANG FANTASTIS/ TERUTAMA MEREK-MEREK TERTENTU// FAKTOR YANG MEMBUAT ARLOJI MEMILIKI HARGA YANG MAHAL BUKAN HANYA TERLETAK PADA MEREK ARLOJI/ TETAPI ARLOJI YANG MEMPUNYAI NILAI HISTORIS ATAU SEJARAH// HARGANYA JUGA BISA MENCAPAI RATUSAN JUTA RUPIAH//

Continue reading “Jam Tangan untuk Cuci Uang?”