Promises: Jangan Takut, Aku Menyertaimu

Promises Pendeta Didik Rochadi pekan ini mengajarkan kita untuk percaya pada penyertaanNya.

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau, bahkan akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Yesaya 41:10

Ketakutan adalah aspek emosi yang paling kuat. Atas apapun. Ketika gelombang besar menghampiri kita, respon kita bimbang, panik, takut.

Yesaya 41:10 ditulis dalam konteks profetik saat pembuangan di Babel. Mereka digiring di negeri asing. Kehilangan harta benda, keluarga, dan tanpa harapan.

Mengapa hal ini terjadi? Karena ketidaktaan, penyembahan berhala, dan keengganan untuk bertobat. Di tengah atmosfir keputusasaan, Allah hadir dengan janji penyertaanNya.

Ketakutan kita seringkali bersumber dari perasaan, bahwa saya sendirian. Ia bukan Allah yang jauh, tapi Bapak kita secara pribadi, yang tak akan meninggalkan dan selalu menyertai kita.

Ketika keadaan kita makin memburuk, jangan putus asa. Arahkan pandangan mata kita kepada tangan kanan Allah yang akan menyelesaikan persoalan kita dalam kedaulatanNya.

Terpujilah janji Tuhan yang setia, yang membawanya pada kemenangan.

Hikmahnya,

Pertama, ketika kita ada dalam titik nadir, ingatlah bahwa Allah akan menyertai dan menolong kita.

Kedua, berbagai kesulitaan dan penderitaan Tuhan pakai untuk membentuk diri kita agar semakin percaya kepadaNya.

Ketiga, fokus pada Tuhan.

Keempat, percayai dan alami janji penyertaanNya.

Selengkapnya di

Leave a Reply

Your email address will not be published.