http://www.mrworldpremiere.net/2012/10/being-liverpool-episode-4.html
Brendan Rodgers, a manager with vision…

"the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya.."
http://www.mrworldpremiere.net/2012/10/being-liverpool-episode-4.html
Brendan Rodgers, a manager with vision…

Liverpool meraih kemenangan kedua pada pertandingan kedelapan.
Di mana, sedang apa, dan sudah meraih pencapaian apa Anda pada 1994? Saat itu, saya berusia 17 tahun, dan sedang berada di persimpangan untuk memilih jalan pendidikan tinggi.
Pada 18 tahun silam itulah, Raheem Shaquille Sterling lahir, di Kingston, ibukota Jamaika yang mungkin namanya lebih Anda kenal sebagai merek flashdisk. Pada usia 5 tahun, Raheem kecil berimigrasi ke Inggris, bersama ibunya, dan hidup di kawasan Wembley, London Barat. Mulai umur 10 tahun, Sterling menyalurkan hobi bola sepaknya di Sekolah Sepak Boa Queen’s Park Rangers, hingga kemahirannya menggocek bola tercium negara leluhurnya, dan terpajang di halaman depan sebuah koran Jamaika.
http://www.mrworldpremiere.net/2012/09/being-liverpool-episode-3.html
Luis Suarez and Lucas Leiva outside of the pitch,
“You have to live by having a relationship with your partners here at the club….”
http://www.mrworldpremiere.net/2012/09/being-liverpool-episode-2.html
“Hey young players, don’t be lazy, yeah…”
‘Professor’ Brendan Rodgers at the training field, Harvard, Massachusetts
http://www.mrworldpremiere.net/2012/09/being-liverpool-episode-1.html
“Liverpool is religion, and Anfield is a place of worship…”
Hidupmu lima tahun yang akan datang dapat ditebak dari sekarang, dan hidupmu lima tahun silam, dapat dilihat dari saat ini.

Judul dan topik tulisan ini lahir begitu saja. Mendadak ingin menulis, tapi tak tahu apa tema besarnya. Tiba-tiba, saat me-refresh situs resmi Liverpool, terlihat sebuah judul menarik: Lucas Leiva’s five-year plan. Sebuah tulisan yang asyik, berdasarkan wawancara dengan Lucas Leiva, pemain kunci di lini tengah Liverpool yang tengah menepi karena kembali dilanda cedera.
Membincangkan keruwetan negara tanpa harus bikin pusing kepala.

Program talk show “Kata Kita” bersama Timothy Marbun di Kompas TV, Selasa (9/10) menampilkan bahasan yang jadi trending topic hari-hari ini. Perseteruan KPK melawan Korps Kepolisian dalam memberantas korupsi, khususnya penyidikan korupsi Simulator SIM yang berujung pada penarikan penyidik KPK dari unsur kepolisian, serta kriminalisasi Komisaris Novel Baswedan. Novel, perwira polisi yang memutuskan menjadi penyidik KPK, menjadi ikon pemberantasan korupsi setelah tiba-tiba polisi memperkarakan kasus yang menimpanya delapan tahun lalu, saat masih bertugas sebagai Kasatreskrim Polresta Bengkulu.
Continue reading “Di Balik Layar Kata Kita: Berseteru Memberantas Korupsi”
ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN
Nomor : 004/AJI-Div.SP/R/X/2012
Perihal : Siaran Pers untuk segera disiarkan
Wujudkan Pekerja Sejahtera, Jurnalis Tolak Alih Daya

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan dukungannya terhadap tuntutan para buruh yang melakukan aksi Gerakan Tiga Oktober Mogok Umum Nasional (Getok Monas). AJI menyatakan, tuntutan perbaikan upah dan penghapusan sistem alih daya (outsourcing) juga menjadi tuntutan para jurnalis di Indonesia.
Tak dapat dipungkiri, meski berlatar belakang pendidikan tinggi, serta kemudahan akses dan penampilan yang rapi, para jurnalis tetaplah buruh. Jurnalis adalah orang upahan yang nasibnya bisa tergantung kepada pengupah. Jurnalis juga sama seperti buruh pabrik mebel, manufaktur, tambang, dan percetakan, yang setiap bulan menunggu upah datang.
Continue reading “Wujudkan Pekerja Sejahtera, Jurnalis Tolak Alih Daya”
Siapa yang berteriak paling kencang mendukungmu, bisa jadi dia yang akan berteriak lebih kencang menentangmu.

Rumor bahwa pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua pada 20 September lalu akan penuh intrik dan aneka teknik kecurangan yang menguntungkan inkamben, terbukti tidak terbukti. Berbagai informasi gelap yang menyatakan tim Fauzi Bowo akan menghalalkan segala cara, mulai melobangi kertas suara sampai membeli saksi, tak ada fakta pendukungnya, hingga hajatan itu kelar. Perhitungan suara resmi KPUD di Hotel Borobudur Jum’at (28/9) menyimpulkan hasil akhir tak jauh berbeda dengan lembaga-lembaga penyelenggara hitung cepat. Dari total jumlah suara 4.667.941 di putaran kedua, Jokowi-Basuki menang dengan 53,82% atau 2. 472.130 pemilih. Juara bertahan Foke-Nara kebagian 46,18 persen alias 2.120.815 pencoblos. Selisih suara mereka 351.315, lebih kurang sama dengan jumlah penduduk satu kecamatan di Jakarta.
Video potret keluarga perkotaan selalu repot tanpa asisten rumah tangga.
http://vod.kompas.com/read/2012/08/26/215313/Repot.Ketika.PRT.Mudik