Hakekat Sebuah Berita: Apa Pesan yang Disampaikan?

Di tengah hiruk-pikuk visual yang dipaparkan dalam news package, disertai live report, wawancara, penyiar di studio, CG di layar, semua bermuara pada satu hal: apa sih pesan yang ingin disuarakan dalam berita itu?

Pesan. Message. Itulalah kunci dari sebuah proses komunikasi. Penyampaian pesan dari komunikator (apakah itu komunikator tunggal atau media massa) kepada komunikan sebagai audiens membawa sebuah pesan yang harus dimaknai selaras dengan keinginan sang penyampainya.

Continue reading “Hakekat Sebuah Berita: Apa Pesan yang Disampaikan?”

Lebih Luwes dan ‘Santai’ lah di Depan Kamera

Demam panggung kadang menjadi factor pengganggu yang membuat seorang reporter atau anchor tampil kaku di layar kaca. Tak ada lain, jam terbang menjadi solusi nyata.

Guna memenuhi kewajiban Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik TV untuk Universitas Multimedia Nusantara, Alif Gusti, Regina Pertiwi, Bernadeta Dyah, dan Martinus Eko membuat video liputan pada konser Super Junior di Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD, 3 Mei 2015 lalu.

Continue reading “Lebih Luwes dan ‘Santai’ lah di Depan Kamera”

Awas, Jangan Terlalu Memberi Panggung Narasumber!

Mewawacarai narasumber di sebuah aksi tentu sebuah hal yang patut diapresiasi. Tapi, jangan terlalu terpesona dan membiarkan panggung direbut oleh sang tamu.

Untuk pengumpulan take home test Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara, empat sekawan Febryanto, Wilton Antonius, Ryan Giovanni dan Reza Sugiarto turun langsung di tengah peserta aksi Hari Buruh 2015.

Continue reading “Awas, Jangan Terlalu Memberi Panggung Narasumber!”

Branding dan Tagline Menentukan Kesuksesan

Hati-hati membuat tagline sebuah program berita. Dari situlah publik akan menilai apakah tayangan berita itu layak ditonton atau tidak.

“Selamat Pagi… Selama satu jam ke depan saya akan menemani Anda dalam May Be News, Berita Mungkin, karena berita kita belum tentu pasti terjadi!”

‘Kejutan’ pertama datang dari opening program berita garapan 2015 Temmy Siantar, Dennis Tumiwa, Petrus Tommy, dan Patricius Dewo sebagai materi Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Tampil sebagai anchor alias pembawa berita bergaya funky, Petrus Tommy membuka siarannya dengan kalimat yang langsung membelalakkan mata.

Continue reading “Branding dan Tagline Menentukan Kesuksesan”

Fokus pada Angle, Fokus pada ‘Serbet’

Pilihan kelompok ini untuk memilih satu angle dan ‘bermain’ secara khusus di wilayah itu merupakan keputusan bijak. Seharusnya bisa lebih dipertajam lagi di angle itu.

Dalam pengerjaan take home test Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara, Nissy Ariana Meinard, Felysia Agustin, Cliff Anselimus, dan Irene Sonia memilih satu kelompok khusus yang disorot dari ribuan peserta aksi Hari Buruh 2015.

Continue reading “Fokus pada Angle, Fokus pada ‘Serbet’”

Tiga Hukum Utama Jurnalistik: Akurasi, Akurasi, Akurasi

Karya jurnalistik yang ditonton orang banyak kerap menjadi acuan dalam berbagai hal. Mulai soal pemilihan narasumber, sampai pilihan kata yang digunakan. Karena itu, hati-hatilah dalam soal keakuratan.

Akurat, artinya tepat sasaran, tidak salah, dan jelas. Pelajaran ini tampaknya harus dicamkan empat anggota kelompok yang memperjuangkan tugas take home mereka sebagai prasayarat Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Continue reading “Tiga Hukum Utama Jurnalistik: Akurasi, Akurasi, Akurasi”

“Siwon, My Future Husband…”

Liputan peristiwa dengan crowd alias kerumunan massa, seharusnya mengoptimalkan gambar-gambar dramatis yang didapat. Jangan segan-segan memaksimalkan natural sound yang ada di sana.

Dalam pengerjaan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara, Johanna Elizabeth, Livani Rizky, Gilang Gegono, Maya Vivian, dan Magdalena bahu-membahu mengemas liputan konser Super Junior Six Show di Indonesia Convention Centre (ICE), Bumi Serpong Damai.

Continue reading ““Siwon, My Future Husband…””

Menggabungkan Liputan Pra dan Saat ‘Hari H’

Liputan ini berbeda, karena ada wawancara yang dilakukan sebelum Hari H unjuk rasa buruh di 1 Mei.

Aldo, Christina Iddha Maydita, Jesica Suryawaty, Putri Hapsari dan Christine Yapman memilih liputan May Day pada 1 Mei 2015 sebagai materi Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Yang membuat paket mereka terasa berbeda, karena tak hanya menampilkan reportase Aldo dan kawan-kawan di seputaran Thamrin hingga kawasan depan Istana Merdeka.

Continue reading “Menggabungkan Liputan Pra dan Saat ‘Hari H’”

Boyzone, Plan B yang Berkesan

“Don’t love me for fun, girl
Let me be the one, girl
Love Me For a Reason
Let the reason be love”

(Boyzone, Love Me For a Reason)

Mereka berempat – Catherine Gladys, Almas Jeihan, Dian Mardiah, dan Angelia- meliput konser Boyzone di Istana Olahraga (Istora) Senayan sebagai materi take home test Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Continue reading “Boyzone, Plan B yang Berkesan”