Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang

Dalam buku ‘Menjadi Indonesia’, produser dan pemilik Visinema Pictures Angga Dwimas Sasongko menirukan pernyataan Andibachtiar Yusuf. “Gua butuh karya yang bisa diingat orang secara universal, tanpa ada batasan budaya dan geografis. Gua yakin Love for Sale lah barangnya,” kata Ucup –panggilan sutradara yang telah menghasilkan tiga karya fiksi panjang, tiga documenter panjang dan beberapa film pendek itu.

Begitu mendengar konsep Love for Sale, saat itu Angga –sutradara yang sedang naik daun itu- tak ragu menjawab, “Ini film yang Visinema harus punya.”

Dan Selasa siang, 29 Agustus 2017, di Gordi HQ, sebuah kafe kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, berlangsung jumpa pers jelang produksi film komedi romantis ‘Love for Sale’ yang diproduseri Angga Dwimas.

Dibintangi duo pemeran utama Gading Marten dan Della Dartyan, film komedi romantis ini mengisahkan perjuangan seorang laki-laki jomblo kesepian bernama Richard yang tengah dimabuk cinta mengejar Arini, gadis pujaannya.

Dalam film ini, Richard digambarkan kesulitan dapat pacar hingga usianya 42 tahun. Ada trauma percintaan di masa lalu membuatnya takut berhubungan dengan perempuan. Sampai suatu ketika ia diajak bertaruh untuk mencari pendamping wanita. “Bukan taruhan duit, tapi harga diri lu aja,” papar Ucup.

Sepuluh tahun silam, Ucup pernah berujar, “Jika pada ulang tahun ke-36 gue belum juga bikin fiksi, gue bakalan buka warung nasi Padang aja!” Pernyataan itu disampaikannya usai memenangkan gelar Dokumenter Terbaik di Festival Film Thessaloniki, Yunani lewat ‘The Jak’.

Nah, akankah film fiksinya kali ini mampu menjadi film universal yang dikenang zaman seperti cita-citanya? Selamat dan sukses syuting di Bogor, Kwitang, Pasar Senen, dan bagian lain di Jakarta Raya.

Salam, “Jomblo itu Sehat!”

Sebagaimana ditayangkan di http://tz.ucweb.com/8_2s6yN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *