Dari Yohanes 14:16-18, 26 kita belajar penyertaan Roh Kudus sebagai penolong, penghibur dari Tuhan.
Kekristenan bukan sekadar agama, melainkan apakah hidup seseorang dipimpin dan dikuasai Roh Kudus. Jika tidak, ibadah menjadi rutinitas, kehidupan Kristus kehilangan kuasa, pelayanan menjadi beban, dan doa-doanya tidak berdampak.
Roh Kudus adalah penolong, pembela atau ‘parakletos’ kita dalam hidup. Ia tinggal dalam hidup kita dan menyertai kita selamanya.
Hidup di dunia ini tidak mudah. Kadang kita lelah dan tertekan dalam kehidupan, tapi Yesus berkata, ”Aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian.” Roh Kudus mengerti bahasa air mata kita.

Belajarlah bersandar pada Roh Kudus setiap hari. Ia adalah ‘guru Ilahi’ kita. Roh Kudus membuat Firman jadi hidup, dan menegur saat kita bersalah.
Tanpa Roh Kudus, Firman Tuhan hanya sekadar pengetahuan. Tapi dengan Roh Kudus, Firman Tuhan mengubah kehidupan. Roh Kudus membuat hidup kita semakin hari semakin kudus. Menolong kita menjadi rendah hati, dan semakin hari semakin menyerupai Kristus.

