Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020
Zinedine Yazid ‘Zizou’ Zidane menjadi pelatih kepala Real Madrid kesembilan dalam kurun waktu satu dekade terakir. Di usia 43 tahun, ia bak raja yang terlalu muda berkuasa.
Ada kalanya, dalam suatu masa di dunia ini, sebuah nama menjadi begitu trend untuk diberikan kepada para bayi. Ada saat nama berbau ‘Obama’ menjadi favorit orangtua, ada waktu ‘Saddam Hussein’ begitu disenangi, atau di Indonesia nama ‘Soeharto’, ‘Habibie’ dan ‘Joko’ digemari untuk diwariskan.
Tak ada yang salah dengan eks pemain bola yang jadi tukang ojek atau sopir taksi. Semua profesi adalah mulia. Tapi, ada nilai berharga bisa dipetik dari kisah itu.
http://www.youtube.com/watch?v=fWwKR98P06o
Terhitung sejak 9 September 1948, saat Pekan Olahraga Nasional pertama dibuka Presiden Soekarno di Stadion Sriwedari, Solo, hari ini merupakan peringatan Hari Olahraga Nasional ke-67. Namun, alih-alih prestasi gemilang, dunia olahraga kita dihadapkan pada berbagai cerita sedih. Persoalan hari senja atlet, salah satu contohnya.
Perlu kita pikirkan, apakah kehadiran diri kita dalam tim member signifikansi tersendiri? Atau semuanya akan berjalan biasa seandainya kita tak ada. Atau, jangan-jangan eksistensi kita justru memperburuk situasi?
https://www.youtube.com/watch?v=B7e5WmNt0MA
Sudah satu jam pertandingan berjalan, tak ada satu pun percobaan pemain Liverpool ke arah gawang Jack Butland, kiper Stoke City, dalam laga perdana Liga Premier Minggu (9/8) lalu. Ambisi Kopites agar tim pinggir Kali Mersey itu setidaknya mampu membalaskan kekalahan 1-6 di laga penghujung musim lalu kian jauh di angan. Tak harus menang dengan margin lima gol, tapi cukup tiga poin yang sama, itu harapan para penggemar Liverpool di awal season 2015/2016.
Dua twit dari akun resmi Liverpool @LFC pada 25 Juli diambil dari gambar yang sama. Menunjukkan Balotelli tak lagi diingini?
Twit tanpa Balo. Pertanda tak diingini?
Pada twit pertama bertuliskan “Adam Lallana can’t wait to link up with ‘world class’ talent waiting back at Melwood #LFC”
Celetukan itu menunjukkan foto tiga pemain Liverpool tengah berlatih bersama: Emre Can, Philipe Coutinho dan Christian Benteke, rekrutan terbaru yang dianggap sebagai deretan pemain kelas dunia Liverpool di musim 2015-2016.
Di tengah kisruh sepak bola nasional berlarut-larut, di tengah tercabiknya kerukunan antar umat beragama, Cahaya dari Timur hadir membawa kedamaian.
http://www.youtube.com/watch?v=kJCGnUKj-C4
Sudah lama ingin menonton film terbaik Piala Citra 2014 ini, akhirnya kesampaian juga. Diangkat dari kisah nyata, Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku sejak awal mengambil pilihan untuk menghadirkan gambaran kondisi yang sebenarnya berdasarkan cerita nyata. Pendekatan sosial budaya dan akurasi fakta menjadi elemen penting dalam pengerjaan film yang tema utamanya ditegaskan dalam satu kalimat: merangkai persaudaraan -dalam konflik agama- lewat sepak bola.
Ada yang bilang, untuk sukses, seseorang harus punya sifat ’arogan’. Boleh aja sih, tapi ada satu syaratnya.
José Mário dos Santos Mourinho Félix berusia sembilan tahun saat ayahnya, José Manuel Mourinho Félix, dipecat sebagai pelatih Belenenses tepat di hari Natal. Tim yang diasuh ayahnya, yang dikenal sebagai mantan penjaga gawang, meraih hasil buruk pada 23 Desember. Tepat saat makan siang di hari Natal keluarganya di Portugal, telepon berbunyi dan mengabarkan Jose Mourinho senior di-PHK.
Ini sebuah buku, tepatnya kumpulan tulisan, dari seorang yang sepuluh tahun berada di panggung belakang sepak bola Indonesia. Tulisannya ‘renyah’, ‘gurih’, dan ‘basah’.
Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut. Wujud Benci tapi Rindu pada Sepak Bola Indonesia.
Secara personal, saya tak kenal dengan Miftakhul F.S alias Fim, pria asal Mantup, Lamongan, yang tahun ini genap sepuluh tahun mengabdi sebagai wartawan olahraga di Jawa Pos. Fim hadir di Surabaya, saat saya memutuskan meninggalkan kota itu menuju Jakarta. Sepertinya, kami pernah sekali bertemu dalam jarak cukup dekat, saat berada di ruangan Komisi Disiplin PSSI, mendengarkan keputusan yang digedok Hinca Panjaitan.
Kala itu, saya masih berkarya sebagai jurnalis Radio CVC Australia di Jakarta, status yang membuat saya –tanpa disadari- juga ada di even-even sepakbola besar di mana Fim juga berada, antara lain pagelaran Putaran Final Piala Asia 2007 dan Final AFF 2008 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.
Persebaya yang dilahirkan 18 Juni 1927 boleh saja (sementara) tiarap, tapi buku ini membuktikan kebesaran perjalanan klub kebanggaan Arek Suroboyo yang fanatisme ‘pemiliknya’ bahkan melebihi hooligan Inggris.
Buku ‘Imagined Persebaya’. Sarat sejarah dan aneka kisah sepak bola.
Oryza Ardyansyah Wirawan dikaruniai bakat menulis dan memori yang kuat. Selain itu, ia punya kelebihan khusus: menjaga dokumentasi tulisannya agar tak terserak diterbangkan waktu. Maka, lahirlah buku: ‘Imagined Persebaya’ (Persebaya, Bonek, dan Sepakbola Indonesia). Diterbitkan oleh Litera pada 2015, buku 322 halaman membendel 63 tulisan jurnalis yang sehari-hari bekerja di situs Beritajatim.com ini. Dengan kreatif, kumpulan artikel itu dibaginya dalam lima bab bertajuk You Can’t Buy History, Bonek (Bin Chelsea), Rivalitas, Battle of Surabaya, serta Hikayat Sepakbola Indonesia. Di lembar awal masing-masing bab ditandainya dengan lima huruf khusus: B, O, N, E, dan K.
Dua laga berturut-turut di Liga Primer, Coutinho membuat gol spektakuler. Kehadirannya menjadi ‘energizer’ khusus bagi The Reds.
Konon, untuk jadi pemain yang sukses dan dicintai pendukung Liverpool di era kekinian, syaratnya sederhana: pemain itu harus pernah bermain di Gelora Bung Karno, Jakarta, dan bikin gol di rumput Senayan. Setidaknya, Luis Suarez dan Philippe Coutinho membuktikan joke itu.
Seorang pemain sepak bola menuntut haknya. Media sosial menjadi corong kegundahan.
Dukungan bagi Munhar. Solidaritas profesionalitas.
Sampai Rabu (25/2) petang, akun @Munhar_53 memiliki 20 ribu pengikut. Lebih dari 21 ribu cuitan disampaikan pemilik profil bernama ‘Allah Tujuanku’ dengan keterangan bio ‘Menuju Hidup kekal bahagia untuk selamanya dalam pelukan kasih & sayangnya bersama (ALLAH)’. Tapi, jangan salah sangka, dia bukan seorang ustad atau penceramah agama. Dukungan terus mengalir, karena pria ini berada pada posisi sebagai pemain sepakbola yang ‘tertindas’.
Bernama singkat, hanya satu kata, Munhar biasa menempati posisi sebagai pemain belakang: libero, stopper, atau bek kanan. Kelahiran Sidoarjo, 5 November, 28 tahun silam, Munhar tiga musim terakhir berkostum Arema Malang. Kini, saat Liga Super Indonesia ditunda karena –antara lain- belum beresnya profesionalisme klub peserta liga, Munhar angkat bicara melalui media sosial.