Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Angle Lain Sentul: Tepuk Tangan Simpati untuk Ridwan Kamil

Masih terkait gema acara Temu Raya #KitaPrakerja. Sudut pandang lain muncul merespon kehadiran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Selama dua pekan lebih kemarin, Kang Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- menghiasi pemberitaan media. Ini karena musibah anaknya tenggelam di Sungai Aare. Awalnya ia ke Bern, ibu kota Swiss untuk mencari sekolah S-2.

Continue reading “Angle Lain Sentul: Tepuk Tangan Simpati untuk Ridwan Kamil”

Menghilangkan Trauma Intoleransi dengan Gambar Toleransi

Minggu, 11 Februari 2018 adalah sebuah tragedi saat terjadi penyerangan di Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta. Teringat jelas, siang itu saya sedang memainkan laptop di lantai atas rumah, sembari bermain bersama sepasang buah hati yang kadang pengen gantian menggunakan komputer jinjing ini untuk permainan online.

Continue reading “Menghilangkan Trauma Intoleransi dengan Gambar Toleransi”

Selamat Datang, Wajah Baru Koran Kompas

Rabu, 3 Januari 2018, mendapatkan lemparan harian Kompas lagi setelah cuti berlangganan selama libur tahun baru.

Ada yang baru di tahun baru. Desain atau perwajahan harian Kompas benar-benar berubah. Tak hanya berubah sehari, seperti edisi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017 lalu. Saat itu, desain Kompas edisi peringatan ke-89 Sumpah Pemuda memang dibuat amat ‘millenials’. Melibatkan para penata desain dari kalangan anak muda yang bebas mengacak-acak halaman Kompas nan sakral. Tapi, sehari saja. Continue reading “Selamat Datang, Wajah Baru Koran Kompas”

Perspektif

koran

 

 

 

 

Sesungguhnya, semua yg terjadi dalam hidup ini adalah masalah ‘sudut pandang’. Perspektif gelas penuh or kosong!

Harian Kompas dan Koran Sindo, Jumát 6 November 2015

Mendiskusikan Media Memotret Dahlan Tersangka

Dahlan Iskan terakhir dikenang publik sebagai mantan menteri dan Direktur Utama PLN. Jauh sebelum itu, ia lebih dikenal sebagai ‘media mogul’, bos media di Indonesia.

Jpeg
Judul Jawa Pos 6 Juni 2015: ‘Dahlan: Saya Ambil Alih Tanggung Jawab Ini. Sembilan Gardu Indek Masih Dicek, Sudah Jadi Tersangka’.

Sebagai raja media, Dahlan Iskan memiliki lebih dari 150 surat kabar harian grup Jawa Pos dan radar-radarnya, serta puluhan tabloid, serta jaringan televisi JTV dan pusat pemberitaan online bernama Jawa Pos News Network (JPNN).

 Ekspose pemberitaan Dahlan Iskan di media. Mahasiswa mempelajari realitas, antara 'yang seharusnya' dan 'yang sebenarnya'.
Ekspose pemberitaan Dahlan Iskan di media. Mahasiswa mempelajari realitas, antara ‘yang seharusnya’ dan ‘yang sebenarnya’.

Karena itu, amat menarik menanti bagaimana media massa di Indonesia memasang headline (berita utama) pada edisi Sabtu, 6 Juni, satu hari setelah Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara 2011-2013 yang mengindikasikan kerugian negara Rp 33m 2 miliar. Titik tekanannya adalah: bagaimana media bersikap, baik media milik grup Jawa Pos maupun media massa lain, kompetitornya kelompok Jawa Pos, di Indonesia.

Continue reading “Mendiskusikan Media Memotret Dahlan Tersangka”