Dari Church of Shepherds Field di Betlehem, Gereja Padang Gembala tempat kali pertama kelahiran Yesus dikabarkan justru kepada kaum marginal: para gembala yang berjaga malam di padang…
Continue reading “Selamat Natal 2023”Taman Doa Gerbang Hati Kudus Yesus di Sisi Bandara Mopah
Tujuan pertama di Merauke yang tak ada dalam rencana.
Pagi itu, jam 6 Waktu Indonesia Timur. Saya dilanda ngantuk berat. Perjalanan 5 jam penerbangan dari Jakarta ke Jayapura, lanjut sejam dari Jayapura ke Merauke membuat penat. Pesawat berbadan sempit Boeing 737-800 GA 672 yang membawa saya dari Sentani mendarat di Bandara Mopah, Merauke.
Continue reading “Taman Doa Gerbang Hati Kudus Yesus di Sisi Bandara Mopah”Suatu Pagi di Gua Maria
”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Ketika Air Matamu Terasa Kering
Pernah nggak mengalami, mengapa hidup seperti susah menghasilkan?
Mata air berubah jadi air mata. Job-job tak kunjung mengalir. Kabar baik dari pesan Whats App yang biasa datang kok lama tak menyapa. Aplikasi kerja belum ada jawaban. Dan kemarau-kemarau lain.
Continue reading “Ketika Air Matamu Terasa Kering”Santo Pelindung Hewan
Saya selalu tergelitik setiap melihat dan melewati monumen itu. Google searching adalah senjata menjawabnya.
Ternyata, benar. Santo Fransiskus adalah santo pelindung binatang dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4 Oktober. Bacalah selengkapnya di sini.
Continue reading “Santo Pelindung Hewan”Galilea, Lihatlah Allah, Bukan Masalah
Setidaknya tiga peristiwa terjadi di Danau Galilea bisa kita ambil ‘moral lessons’-nya. Satu danau dengan empat nama. Disebut Danau Tiberias karena berada di Kota Tiberias. Dikenal sebagai Danau Galilea, sebab letaknya di Provinsi Galilea. Dinamai Danau Genesaret karena ada di tepi Lembah Genesaret. Dan juga disebut Danau Kinneret, karena bentuknya seperti alat musik harpa. Kinneret dalam bahasa Ibrani berarti harpa.
Continue reading “Galilea, Lihatlah Allah, Bukan Masalah”Lagu untuk Negeri, Bani Kedar dan Nebayot
Sedang mendapatkan “rhema” dan berkat dari lagu “S’lamatkanlah, Pulihkankah, Bani Kedar Nebayot”. Sebenarnya bukan lagu baru, tapi baru kerasa sekarang. Mengingatkan pada lagu-lagu rohani bertema “kebangsaan” lainnya. Lagu dan doa untuk Indonesia.
Menggetarkan sekali lirik dan pembawaan lagu ini. Meski untuk memahami lebih lanjut, perlu buka “kamus” Alkitab. Apa itu Kedar dan Nebayot, suku-suku yang berasal dari keturunan Ismael. Yesaya 60:7 mereka semua akan berkumpul untuk kemuliana Tuhan.
“Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.”
Continue reading “Lagu untuk Negeri, Bani Kedar dan Nebayot”Tablo Jumat Agung
Bagi umat Katolik, Perayaan sengsara hingga penyaliban Yesus yang divisualkan menjadi daya tarik tersendiri. Memahami bagaimana Kristus menderita.
Umat menyebutnya sebagai ‘tablo’. Bentuk drama yang memvisualkan sebuah peristiwa. Dalam Kamus Bahasa Indonesia dimaknai sebagai ‘lakon tanpa dialog’. Pada visualisasi penyaliban Yesus ini, ada sih dialognya. Sudah direkam, tapi kemudian disuarakan ulang secara live oleh para pemerannya.
Continue reading “Tablo Jumat Agung”Tri Hari Suci: Kamis Putih Bicara Kerendahan Hati
Kala Yesus meletakkan kebesaranNya sebagai Allah dan mencuci kaki para muridnya.
Tri Hari Suci Paskah diawali dari Kamis Putih, lalu Jumat Agung dan Sabtu Suci.
Kamis Putih adalah saat Yesus mengalami tegang dan takut luar biasa menjelang penyaliban. Mengalami masa akan dikhianati salah satu muridNya dan diserahkan untuk dihabisi.
Continue reading “Tri Hari Suci: Kamis Putih Bicara Kerendahan Hati”Minggu Palem Pinang
Minggu Palma selalu mengingatkan inkonsistensi manusia.
Minggu Palem atau Minggu Palma, dikenang sepekan sebelum Paskah. Itu saat warga Yerusalem menyambut Yesus bagai Raja. Menaruh permadani atau kain di jalan saat keledai yang ditumpangiNya lewat. Berseru, “Hosana, Hosana..” sembari melambai-lambaikan daun palem. Namun, lima hari kemudian, mereka juga mayoritas orang yang sama yang berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” kala sang penguasa minta pendapat mau diapakan Yesus ini.
Continue reading “Minggu Palem Pinang”